Dituntut 1,6 Tahun Penjara, Lusy Ajukan Nota Pembelaan

Date:

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sidang lanjutan kasus Toko Sumber Elektronik dengan terdakwa Lusy Kembali digelar, Senin (08/07/2024) di ruang Sidang Candra Pengadilan Negeri Sumbawa.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sumbawa itu, dipimpin oleh Majelis Hakim John Michel Leuwol SH didampingi dua hakim anggota, Fransiskus Xaverius Lae SH dan Rino Hanggaran SH.

Tuntutan dibacakan oleh Rika Ekayanti, S.H., selaku JPU Kejaskaan Negeri Sumbawa didampingi Dhieka Citra Perdana, S.H. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa Lusy telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan yaitu melanggar pasal 372 KUHP.

Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa bedara dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan.

Atas tuntutan tersebut, Lusy melalui kuasa hukumnya menyatakan akan mengajukan pledoi atau nota pembelaan yang akan disampaikan pada, Senin (15/07/2024) mendatang.

“kita akan melakukan pledoi atau pembelaan nanti di hari Senin depan. Pada perinsipnya kita sudah mendengar tadi beberapa tuntutan dari JPU, tindak pidana apa yang dilakukan, kemudian bukti apa saja yang dijadikan dasar untuk mengkalifikasi perbuatan ibu Lusy sebagai perbuatan pidana,” ,” kata Safran, SH, M.H., selaku Kuasa Hukum Lusy kepada wartawan usai sidang.

Baca juga:  Periode Januari - Juni 2024, Dirjen Imigrasi Catat Lonjakan Kedatangan WNA ke Indonesia

Berdasarkan fakta persidangan jelasnya, baik bukti dan keterangan saksi yang dihadirkan oleh JPU maupun pihaknya, tentu fakta-fakta itulah yang nanti akan dijadikan nota pembelaan untuk kliennya.

“Tentu pembelaan kita fokus pada tuntutan jaksa sesuai dengan dakwaannya tadi di poin-poin yang dibacakan ada dugaan penggelapan 1 unit mobil Xenia, dan Polytron, kemudian beberapa unit barang di CV Sumber Elektronik yang diduga digelapkan oleh Lusy. Poin itulah yang akan kita tanggapi dalam pledoi kita. Sehingga nanti kita sama-sama melihat secara obyektif dalam kasus ini. Apakah memang ada dugaan penggelapan atau tidak,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kasus ini dalam fakta persidangan bahwa unit mobil yang didakwakan oleh JPU dan dituntut dalam tuntutannya, belum ada peralihan hak kepemilikan. Kemudian tidak ada perubahan nama atau pengaburan kepemilikan kendaraan dimaksud.

Baca juga:  KPK Perkuat Edukasi Antikorupsi di Kabupaten Sumbawa

“Cuma perlu kami tegaskan pada kasus ini, dalam fakta persidangan, mobil yang dakwakan oleh jaksa dan dituntut dalam tuntutannya, belum ada peralihan hak kepemilikan. Mobil itu masih atas nama Jaya Anggrawan dan Ang San San. Kalau diduga sebagai penggelapan otomatis harus ada perubahan nama atau dikaburkan kepemilikannya. Tapi BPKB, mobil semuanya sudah diambil oleh mereka,” ujarnya.

Selanjutnya, 4 unit barang yang ada di dalam dakwaan, sudah jelas berdasarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa dan dari pihaknya, bahwa barang itu dijual untuk melunasi hutang di Bank, bayar gaji pegawai, dan membayar tunggakan toko.

“Ini yang perlu diketahui oleh pablik. Kita sama-sama mengawal kasus ini agar ada keadilan dalam proses hukum. Nanti kita akan tanggapi dengan bukti-bukti,” pungkasnya. (KS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Dua Terduga Pelaku Pencurian Uang Rp 500 Juta Diringkus Polisi di Alas

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Dua orang pria berinisial A...

Polres Sumbawa Gelar Pasukan Operasi Patuh Rinjani 2024

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Polres Sumbawa Polda NTB menggelar...

Periode Januari – Juni 2024, Dirjen Imigrasi Catat Lonjakan Kedatangan WNA ke Indonesia

Jakarta, Kabarsumbawa.com - Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat lonjakan kedatangan...

KPK Perkuat Edukasi Antikorupsi di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menguatkan...