Pemda Sumbawa dan Plan Indonesia Dorong Keterlibatan Laki-laki dalam Kesetaraan Gender

Date:

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dalam RPJMN III 2015-2019 dan RPJMN IV (2020-2024), kesetaraan gender dalam pembangunan sangat ditekankan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan yang berkelanjutan. Namun, kesetaraan gender dalam pembangunan masih belum sepenuhnya tercapai salah satunya dalam isu pengelolaan air bersih dan sanitasi.

Menurut data penelitian Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan SMERU Institute pada tahun 2019, keterlibatan perempuan dalam program di sektor air bersih dan sanitasi, misalnya 2-4 dari sekitar 8-12 agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR), terjadi bukan karena kesadaran kolektif perempuan, tetapi desain program yang membuka peluang yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Sebagai salah satu upaya mewujudkan tujuan tersebut, Plan Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar workshop Keterlibatan Laki-Laki dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender di Bidang Pengelolaan Air, Sanitasi dan Kebersihan di Sumbawa Besar, NTB, pada Senin (16/11/2023).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan keterlibatan laki-laki dalam kesetaraan gender baik di level rumah tangga, komunitas dan pemerintahan.

Varian Bintoro, S.Sos,.M.Si sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam implementasi perspektif gender harus menjadi bagian penting dalam rangkaian proses pembangunan nasional seperti dalam misi dalam RPJPN 2005-2025.

“Peningkatan peran perempuan di berbagai bidang kehidupan, pengintegrasian perspektif gender di semua tahapan pembangunan, dan penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender, baik di level pusat maupun daerah penting untuk terus didorong, ujar Varian.

Sementara itu, Agus Rahmat Hidayat, Gerakan Ayah ASI Indonesia, menyampaikan stigma patriarki yang masih kental menjadi tantangan bagi kesetaraan gender. Perempuan tidak bisa kerja sendiri untuk mencapai kesetaraan perlu adanya dukungan yang kuat dari orang sekitarnya, seperti laki-laki yang usia dewasa bahkan yang masih kecilpun memegang peran krusial, tambah Agus.

Baca juga:  Progres Pengerjaan Dermaga Apung Desa Labuhan Jambu Lampaui Target

Menurutnya, keterlibatan Laki-laki untuk Kesetaraan di Sanitasi sebagai upaya integrasi perspektif gender dalam segala aspek pembangunan termasuk bidang pengelolaan air, sanitasi dan higiene/kebersihan, tidaklah mudah. Tantangan dalam mempercepat peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan adalah meningkatkan pemahaman, komitmen, dan kemampuan para pengambil kebijakan dan pelaku pembangunan akan pentingnya pengintegrasian, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender termasuk perencanaan dan penganggaran yang responsif gender.

Kemudian, Herbet Barimbing, Manajer Program Pencegahan Masalah Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan Remaja, dan Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan Kaum Muda (SPACE), mengungkapkan, sejak 2018, Plan Indonesia melalui program Water for Women (WfW) mendorong keterlibatan laki-laki dalam upaya pengelolaan air dan sanitasi terutama untuk menciptakan kesetaraan gender dari lingkup rumah tangga.

Menurutnya, pelibatan laki-laki dewasa muda dan remaja dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender merupakan salah satu strategi yang dapat dikembangkan di tingkat akar rumput.

“Selama masa remaja dan dewasa muda, ada periode kritis kesempatan untuk melibatkan anak laki-laki dan laki-laki muda dalam memahami mengapa kesetaraan gender baik untuk semua orang dan mengakui peran mereka dalam mempromosikan pemberdayaan anak perempuan dan perempuan muda, ujar Herbet.

Tercatat pada Gender Wash Monitoring III di tahun 2021, kepemimpinan perempuan dalam kegiatan terkait WASH di masyarakat Sumbawa sebesar 45%, hampir setengahnya dibandingkan laki-laki. Hal ini membuktikan bahwa diperlukan upaya yang konsisten dan waktu yang lebih lama untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap gender. Lebih banyak perempuan perlu didorong dan didukung untuk menunjukkan eksistensi mereka di masyarakat untuk menunjukkan dan mempengaruhi masyarakat tentang peran dan hubungan gender.

Sebagai informasi, Water for Women (WfW) adalah program yang didanai oleh Pemerintah Australia dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas akses air, kebersihan, serta sanitasi komunitas yang berketahanan iklim. Program ini mempromosikan partisipasi aktif anak perempuan, perempuan, serta penyandang disabilitas. Sejak dimulai pada 2018, WfW telah membangun fasilitas toilet inklusif, mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga mendukung partisipasi aktif perempuan dan penyandang disabilitas dalam aspek ekonomi dan sosial. Seluruh aktivitas program WfW juga mempertimbangkan aspek ketahanan iklim atau tingkat resiliensi masyarakat dan benda terhadap krisis iklim yang melanda dunia.

Baca juga:  Pengeluaran Ternak Kabupaten Sumbawa Capai 13.608 Ekor

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga bekerja bersama kaum muda, untuk memastikan partisipasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan terkait hidup mereka.

Sebagai bagian dari Plan International Inc., Plan Indonesia memiliki program utama terkait sponsor bagi anak. Plan Indonesia telah membina 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur, dengan lima komitmen untuk memenuhi hak dasar mereka, yaitu hak atas akta kelahiran, vaksin dasar, air bersih, sanitasi, dan kebersihan, juga pendidikan.

Plan Indonesia bekerja pada 8 provinsi melalui tujuh program tematik, yaitu Pencegahan Gagal Tumbuh Anak, Penghapusan Kekerasan terhadap Anak dan Kaum Muda, Kesehatan Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, Sekolah Tangguh, Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan yang Responsif Gender, juga Resiliensi Iklim yang Dipimipin oleh Kaum Muda. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, agensi, dan gerakan sosial yang melibatkan dan menargetkan agar 3 juta anak perempuan mendapatkan kekuatan yang setara, kebebasan yang setara, dan representasi yang setara. Informasi lebih lanjut: plan-international.or.id (KS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Ditjen Imigrasi Gelar Dengar Pendapat Publik Perubahan RUU Keimigrasian

Jakarta, Kabarsumbawa.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menggelar Dengar...

Sumbawa Usulkan Belasan Hektar Lahan untuk Cetak Sawah Baru

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya...

Pengeluaran Ternak Kabupaten Sumbawa Capai 13.608 Ekor

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kabupaten Sumbawa telah mengirim belasan...

Bupati Serahkan Santunan JKK untuk Pegawai Pemda Sumbawa Non ASN

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud...