Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pencepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Riset Daerah (Bapperida) Sumbawa, Rusmayadi kepada wartawan, Jumat (22/05/2026) di Sumbawa.
“Kita mendorong untuk segera menyelesaikan pembangunannya. Karena sampai hari ini total SPPG kita masih jauh dari target,” ungkapnya.
Disebutkan, total 52 unit SPPG 3T di Wilayah Kabupaten Sumbawa dalam proses pembangunan. “Untuk progresnya beragam, ada yang mencapai 20 persen, 30 persen bahkan ada yang telah mencapai 80 persen,” tukasnya.
Sebelumnya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P menyebutkan, progres pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah masih berjalan lamban dan perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati H. Jarot saat membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Satgas MBG dan Sosialisasi Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah Domestik serta Pengelolaan Sampah dari/Kegiatan SPPG yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Rabu, 13 Mei 2026.
Bupati mengungkapkan, dari seratus usulan pembangunan SPPG yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa kepada pemerintah pusat, baru 25 SPPG yang telah beroperasi.
Menurut H. Jarot, lambannya proses operasional SPPG tersebut berpotensi merugikan masyarakat, khususnya kelompok penerima manfaat program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Yang rugi siapa? Masyarakat Sumbawa, terutama yang berada di wilayah 3 T,” tegasnya.
H. Jarot meminta seluruh pihak yang terlibat agar segera mempercepat penyelesaian pembangunan maupun administrasi SPPG yang masih terkendala. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan evaluasi apabila dalam waktu dekat tidak terdapat perkembangan yang signifikan.
“Yang sudah progres, lanjutkan terus. Yang masih belum, segera. Kalau dalam satu atau dua bulan ke depan tidak ada progres, akan kita evaluasi,” tegasnya. (KS)









