iklan caleg
Opini

KAWASAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

Avatar photo
×

KAWASAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

Sebarkan artikel ini
(Heri Kusnayadi, MP) Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samawa
(Heri Kusnayadi, MP)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Samawa

Kabarsumbawa.com – Dasar Pembentukan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan UU RI No 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. BAB 1 Pasal 1 Poin 3 Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan. 

Menggapai pertanian pangan berkelanjutan. Jika revolusi hijau berkorelasi positif dengan penyedian pangan secara keseluruhan, eksploitasi yang secara terus menerus pada lahan pertanian berdampak pada keberlanjutan produksi pangan hal tersebut disebabkan karena adanya ambang batas optimalisasi dari eksploitasi lahan tersebut. 

Saat ini ketergantungan kita terhadap pupuk kimia seperti Urea dan NPK semakin tinggi hal tersebut disebabkan karena keadaan tanah pada lahan tempat budidaya tanaman saat ini tidak menjadi lebih baik, prinsip dari pupuk kimia mengatasi masalah tanaman untuk sementara tetapi tidak untuk pertanian berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah ketergantungan kita terhadap penggunaan pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah pada suatu lahan pertanian dapat diatasi dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia, pemanfaatan sumber daya hayati lokal sebagai bahan pembenah tanah. 

Benih merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk pertanian. Permasalahan yang kita hadapi sampai saat ini, tantangan dalam teknologi pendukung perbenihan. Untuk mengatasi masalah benih maka diperlukan adanya pengolahan benih yang baik para pemulia dan penangkar benih, adanya inovasi teknologi perbenihan, pengembangan industri benih yang dapat memenuhi kebutuhan mutu benih yang baik, serta memastikan ketersediaan benih bermutu

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) hama, penyakit, gulma merupakan penghambat produksi sektor pertanian saat ini. Perlu diketahui bahwa serangan OPT pada lahan pertanian juga berkorelasi positif dengan perubahan iklim. Untuk mengatasi masalah OPT dalam pertanian berkelanjutan maka diperlukan cara yang lebih bersahabat seperti penerapan teknologi rekayasa lingkungan, penyediaan musuh alami atau penggunaan pestisida hayati dan nabati, penggunaan pestisida kimia dalam pertanian berkelanjutan merupakan solusi akhir dengan catatan serangan OPT akan mencapai ambang ekonomi, penggunaan pestisida kimia dalam pertanian berkelanjutan mengikuti rekomendasi dan minimal, agar musuh alami dalam lahan pertanian tidak ikut terbunuh karena senyawa kmia yang sifanya tidak selektif.  

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *