TANTANGAN SEKOLAH DALAM MENERAPKAN PROGRAM FULL-DAY SCHOOL

Date:

Oleh : Erma Suryani,M.Pd – Dosen Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sekolah penuh waktu, atau full-day school, adalah sebuah pendekatan pendidikan di mana siswa menghabiskan waktu yang lebih lama di sekolah setiap harinya. Biasanya, sekolah penuh waktu memperpanjang jadwal belajar hingga sore hari, memberikan waktu tambahan bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih komprehensif dan terintegrasi.

Salah satu keuntungan utama dari sekolah penuh waktu adalah adanya lebih banyak waktu untuk pembelajaran yang lebih mendalam. Dalam jadwal yang lebih panjang, siswa memiliki waktu yang lebih luas untuk mengeksplorasi dan memahami materi pelajaran secara lebih menyeluruh. Mereka dapat mempelajari topik dengan lebih dalam, melibatkan diri dalam proyek atau eksperimen yang lebih rumit, dan memiliki kesempatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan guru dan teman sekelas dalam suasana yang lebih santai.

Selain itu, sekolah penuh waktu juga memberikan ruang untuk pengembangan keterampilan sosial dan ekstrakurikuler yang lebih luas. Dengan waktu yang lebih lama di sekolah, siswa memiliki kesempatan tambahan untuk terlibat dalam kegiatan di luar kelas seperti klub, olahraga, seni, atau musik. Mereka dapat mengasah keterampilan sosial melalui interaksi yang lebih banyak dengan teman sebaya dan guru, belajar bekerja dalam tim, memimpin, atau menghadapi tantangan baru yang mungkin tidak tercapai dalam jadwal belajar yang lebih pendek.

Untuk mewujudkan keuntungan Sistem pendidikan full day school, maka sekolah harus mempersiapkan beberapa aspek pendukung seperti kesiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang program dan kegiatan full day school, pembiayaan yang memadai, dan kesiapan dari sisi sumber daya manusia. Sekolah di Indonesia diharapkan bisa melahirkan output yang mempunyai berbagai kecakapan atau kemampuan yang bermutu tinggi. Jika sekolah output-nya kurang bermutu maka akan sulit bagi sekolah tersebut untuk bisa memiliki keunggulan dalam berkompetisi di era globalisasi sekarang ini (Yovi, 2020).

Sekolah penuh waktu, meskipun memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan pendidikan dan pengembangan siswa, juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Beberapa tantangan yang dihadapi sekolah dalam menerapkan program sekolah penuh waktu (Full Day) adalah sebagai berikut:

Fasilitas dan Sumber Daya: Menerapkan program sekolah penuh waktu membutuhkan penyesuaian infrastruktur yang memadai. Sekolah perlu memastikan ketersediaan ruang kelas, area makan, perpustakaan, dan fasilitas olahraga yang memadai untuk menampung jadwal yang lebih panjang dan beragam kegiatan.

Kurikulum yang Komprehensif: Menyusun kurikulum yang mencakup semua mata pelajaran penting dalam jadwal yang lebih panjang dapat menjadi tantangan. Sekolah perlu memastikan bahwa kurikulum yang disusun tetap memenuhi standar pendidikan yang ditetapkan dan memberikan kesempatan yang cukup bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam dalam berbagai bidang studi.

Kualitas Pengajaran: Guru perlu menghadapi tantangan dalam mempertahankan kualitas pengajaran mereka selama jangka waktu yang lebih lama. Mereka harus menyusun strategi yang efektif untuk menjaga tingkat keterlibatan siswa dan mencegah kejenuhan di kelas.

Manajemen Waktu: Memanage waktu dengan efisien menjadi sangat penting dalam program sekolah penuh waktu. Sekolah harus mengatur jadwal yang terstruktur dengan baik untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan mata pelajaran dapat terakomodasi secara proporsional tanpa menimbulkan kelelahan berlebih pada siswa.

Keseimbangan Kegiatan: Penting bagi sekolah untuk menciptakan keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik dalam program sekolah penuh waktu. Siswa perlu memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat, bermain, dan menjalani kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di luar lingkungan akademik.

Dukungan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam mendukung program sekolah penuh waktu adalah tantangan tersendiri. Orang tua perlu memahami manfaat dan tujuan program tersebut serta mendukung anak-anak mereka dalam menghadapi jadwal yang lebih panjang dan tuntutan akademik yang meningkat.

Pelatihan dan Pembinaan Guru: Guru perlu mendapatkan pelatihan dan pembinaan yang memadai untuk menghadapi tantangan yang muncul dalam program sekolah penuh waktu. Mereka harus diberikan strategi dan alat yang efektif untuk mengelola kelas, membangun hubungan yang positif dengan siswa, dan memenuhi kebutuhan pembelajaran individu dalam lingkungan yang lebih panjang.

Dalam menghadapi tantangan ini, sekolah perlu melakukan evaluasi terus-menerus, berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan, dan mengadopsi pendekatan yang fleksibel untuk memastikan keberhasilan implementasi program sekolah penuh waktu.

Daftar Pustaka 

Novan Ardy Wiyani, dan Yovi Aji Pratiwi, Kepemimpinan Visioner Dalam Implementasi Program Full Day School Di Mi Modern Al Azhary Ajibarang, J-MPI (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam) p ISSN: 2477-4987| e ISSN: 2477-6467.

Hendro, Tristiyo Yuwono, Full Day School: Realisasi Pembentukan Karakter Anak, JURNAL PIGUR Volum 01, Nomor 01, Januari 2017

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Populer

More like this
Related

DISIPLIN POSITIF MULAI DARI RUMAH HINGGA KE SEKOLAH

Penulis : Nasruddin, S.HI - Mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen...

PERAN GURU UNTUK SISWA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI

Oleh : Riska Harmelia – Mahasiswa Semester III Pendidikan...

Problem Based Blended Learning sebagai Bentuk Implementasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Oleh : Fahmi Yahya - Dosen Pendidikan Fisika Universitas Samawa, Mahasiswa...

PARADIGMA PENDIDIKAN PROGRESIF PROFETIK SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERPENCIRI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN GLOBAL

OLEH: SYAIFULLAH, S.Ag - Mahasiswa Program Pascasarjan Manajemen Inovasi...