iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Penguatan Toleransi di SMPN 2 Labuhan Badas, Panre Satera Gelar Program Mero Basameto

Avatar photo
×

Penguatan Toleransi di SMPN 2 Labuhan Badas, Panre Satera Gelar Program Mero Basameto

Sebarkan artikel ini

SUMBawa BESAR, kabarsumbawa.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa menggandeng Komunitas Sastra Panre Satera menggelar program Mero Basameto di SMPN 2 Labuhan Badas, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter toleransi siswa melalui pembelajaran sastra, seni, dan budaya daerah.

Program tersebut berlangsung dalam kegiatan Sabtu Nusantara di sekolah yang memiliki siswa dari berbagai latar belakang suku dan budaya. Panre Satera hadir untuk memberikan motivasi serta berbagi ilmu menulis karya sastra kepada para siswa.

Kepala SMPN 2 Labuhan Badas, , mengatakan keberagaman siswa di sekolahnya menjadi kekuatan dalam membangun toleransi.

Menurutnya, siswa di SMPN 2 Labuhan Badas berasal dari suku Samawa, Sasak, Bali, Jawa, dan Timor. Keragaman tersebut juga membawa perbedaan agama, budaya, dan kesenian yang hidup dalam lingkungan sekolah.

“Keindahan seni budaya inilah yang membuat karakter toleransi tingkat tinggi tetap terjaga di lingkungan sekolah,” ujar Suyono dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Panre Satera yang telah hadir memberikan pembelajaran sastra kepada siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat memotivasi guru dan siswa untuk meningkatkan prestasi di bidang seni budaya dan akademik.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, , menjelaskan kolaborasi dengan Panre Satera dilakukan untuk memperkuat nilai toleransi di lingkungan sekolah.

Ia menilai Panre Satera memiliki kontribusi besar dalam pelestarian bahasa daerah melalui kegiatan seni dan sastra yang dijalankan komunitas tersebut.

Ketua Panre Satera, , mengatakan kegiatan di SMPN 2 Labuhan Badas merupakan pelaksanaan perdana program Mero Basameto.

Menurutnya, program tersebut bertujuan mengajak siswa belajar tentang toleransi sekaligus memberikan pelatihan membuat karya sastra seperti puisi dan cerpen.

“Ke depan kami akan berkeliling ke banyak sekolah di Tana Samawa untuk melaksanakan kegiatan serupa,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Panre Satera menghadirkan beberapa narasumber. memberikan materi penulisan puisi, sementara membagikan teknik membaca puisi untuk mengikuti lomba.

Selain itu, memberikan pelatihan menulis cerpen, sedangkan memberikan motivasi tentang peluang menjadi penulis puisi, cerpen, dan karya jurnalistik.

Kegiatan semakin meriah dengan penampilan seni budaya dari berbagai suku di SMPN 2 Labuhan Badas. Siswa menampilkan tarian Bali, sakeco khas Samawa, tarian dan nyanyian Timor, serta pertunjukan seni dari suku Jawa dan Sasak.

Seluruh penampilan dibawakan menggunakan kostum dan aksesoris khas masing-masing daerah.

Melihat antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut, pihak sekolah berharap Panre Satera dapat kembali hadir untuk memberikan pembelajaran sastra secara lebih intensif di kelas. (Ks/)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *