Opini  

Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Lingkungan Pendidikan 

Penulis

Penulis : Luna khaerunnsia (Mahasiswa PBSI FKIP UNSA)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – PANCASILA pada hakekatnya sistem nilai (Value System) yang merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur dan kebudayaan bangsa Indonesia, yang berakar dari unsur- unsur kebudayaan secara keseluruhan, terpadu menjadi kebudayaan bangsa Indonesia. Proses terjadinya Pancasila melalui suatu proses yang disebut kausa materialism, karena nilai-nilai Pancasila sudah ada dan merupakan suatu realita yang hidup sejak jaman dulu, yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan yang diyakini kebenarannya itulah yang menimbulkan tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkannya dalam sikap dan tingkah laku serta perbuatannya (Kaelan, 2007:13).

Kehidupan bangsa Indonesia memerlukan adanya implementasi nilai- nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Itu agar nilai norma dan etika yang terkandung di dalam Pancasila, benar-benar menjadi bagian yang utuh dan dapat menyatu dengan kepribadian setiap manusia Indonesia. Sehingga, dapat membentuk pola sikap, pola pikir dan pola tindak serta memberi arah kepada manusia Indonesia.

Menurut Notonagoro dalam buku (Sunoto, 1991:50) berpendapat bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi pandangan hidup dan menjadi alat pemersatu bangsa. Nilai yang tertera pada lima sila tersebut, merupakan ideologi yang digunakan sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kenyataanya, sekarang ini banyak peserta didik dan generasi muda yang moralnya rusak karena berbagai hal yang mempengaruhi mereka. Diantaranya karena dampak buruk globalisasi, teman bergaul, media elektronik yang semain canggih, narkoba, minuman keras, dan hal-hal negatif lainnya. Keadaan yang demikian sangat memprihatinkan dan perlu perhatian khusus, karena mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan meneruskan perjuangan- perjuangan generasi tua membangun bangsa Indonesia.

Namun jika sebelum tiba waktu mereka untuk turut serta dalam pembangunan bangsa ini, akhlak dan moral mereka sudah rusak. Tentu tidak akan maju Negara ini, jika dibangun oleh generasi yang tiak bermoral. Untuk itu, perlu pembenahan-pembenahan agar generasi penerus yang mendatang memiliki akhlak dan moral yang baik.

Dapat kita lihat bahwa Pancasila sangat penting dalam berbagai bidang terutama pada bidang pendidikan, dimana hal ini sangat penting untuk penanaman pada lingkungan pendidikan. Karena pendidikan juga memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai pancasila. Pembiasaan dapat mendorong siswa atau mahasiswa untuk bertindak sesuai dengan nilai Pancasila yang ada pada setiap kegiatan di lingkungan sekolah atau kampus.

Baca juga:  SAATNYA REFORMASI UNTUK LAHAN DAN HUTAN DI BIMA

Seperti sekarang di sekolah dan perguruan tinggi terdapat pelajaran pancasila dengan tujuan agar pelajar memiliki pemahaman dan pandangan yang baik terhadap pancasila juga diharapkan dapat menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya cara yang sangat baik untuk penanaman nilai pancasila dan tidak hanya untuk dalam lingkungan pendidikan saja tetapi juga pada kehidupan sehari-hari.

Dengan adanya hal ini juga dapat membangun karakter bagi pelajar. Adapun cara-cara juga metode yang bervariatif dari guru yang dapat membantu dalam penanaman nilai-nilai pancasila dalam lingkungan pendidikan.

1.Penanaman nilai pancasila dalam lingkungan sekolah dapat dimulai dari perilaku dan sikap manusia yaitu seperti pada pancasila sila pertama yaitu “ketuhanan yang maha esa.”

Terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kepercayaan dan ketaqwaan kepada Tuhn Yang Maha Esa; (2) kebebasan beragama dan berkepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa sebagai hak yang paling asasi bagi manusia; (3) toleransi di antara umat beragama dan berkepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; dan (4) Kecintaan pada semua makhluk ciptaan Tuhan, khususnya makhluk manusia.

Contohnya:

• Tidak mengganggu teman yang berbeda agama dalam beribadah

• Menghargai adanya perbedaan agama Kepada sesama teman

• Tidak berbohong kepada guru maupun teman

2.Penanaman nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah berdasarkan sila ke-2 “Kemanusiaan yang adil dan beradab.”

Terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kecintaan kepada sesama manusia sesuai dengan prinsip bahwa kemanusiaan adalah satu adanya; (2) Kejujuran; (3) Kesamaderajatan manusia; (4) Keadilan; dan (5) Keadaban.

Contohnya:

• Membantu teman yang sedang Kesusahan

• Hormat dan patuh kepada guru/dosen

• Tidak membeda-bedakan dalam Memilih teman

3. Penanaman nilai Pancasila dalam Lingkungan sekolah berdasarkan sila ke-3 “Persatuan Indonesia.”

Terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Persatuan; (2) Kebersamaan; (3) Kecintaan pada bangsa; (4) Kecintaan pada tanah air; dan (5) Bhineka Tunggal Ika.

Contohnya:

• Mengikuti upacara dengan tertib

• Bergotong royong dalam membersihkan lingkungan sekolah

• Menghormati teman dengan segala perbedaan ras maupun budaya

4. Penanaman nilai Pancasila dalam Lingkungan sekolah berdasarkan sila ke- 4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.”

Terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Kerakyatan; (2) Musyawarah mufakat; (3) Demokrasi; (4) Hikmat kebijaksanaan, dan (Perwakilan).

Baca juga:  Satutu Boat Menuju Sumbawa Hebat dan Bermartabat

Contohnya:

• Dalam pemilihan memberikan suara

• Membiasakan diri dalam Bermusyawarah dengan teman-teman saat menyelesaikan masalah

• Mengemukakan Pendapatnya

5. Penanaman nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah berdasarkan sila ke-5 “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Terkandung di dalamnya prinsip asasi (1) Keadilan; (2) Keadilan sosial; (3) Kesejahteraan lahir dan batin; (4) Kekeluargaan dan kegotong royongan; (5) Etos kerja.

Contohnya:

• Tidak pilih-pilih dalam Berteman/berteman dengan siapa saja

• Seorang guru/dosen memperlakukan semua siswa sama rata

• Adil dalam berbagi kepada sesama teman

Pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan yaitu untuk membentuk generasi penerus menjadi bermoral dan menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup untuk menjalani kehidupannya, karena saat ini banyak sekali remaja yang mulai acuh dengan nilai-nilai Pancasila sehingga yang ditakutkan yaitu lunturnya nilai- nilai Pancasila.

Pancasila juga memiliki peluang untuk diterapkan di era digital yang berperan sebagai, Filter atau penyaring ideologi asing yang Masuk ke Indonesia, Identitas negara, Landasan penolakan atau penerimaan Budaya asing, Sebagai dasar menyebarkan kebaikan yang sesuai dengan nilai Pancasila, Sumber motivasi serta dijadikan dasar dalam pengembangan IPTEK, Sebagai saksi sejarah dan perkembangan bangsa Indonesia, dan Landasan pembuatan aturan dunia siber atau dunia digital untuk keamanan.

Adapun tantangan bagi pelajar atau mahasiswa untuk Menerapkan Pancasila di era digital, seperti Arus globalisasi, kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi, kurang memelajari dan memahami nilai-nilai Pancasila, adanya ideologi asing yang masuk ke Indonesia, dan banyaknya kabar tidak benar / hoaks.

Juga terdapat faktor penghambat nilai-nilai Pancasila belum diamalkan secara baik dapat dibedakan atas faktor internal, yakni tingkat kesadaran masyarakat masih kurang, dan faktor ekternal kurangnya kontrol, dan kurangnya panutan didalam masyarakat.

Maka dari itu harus ditanami sejak dini mengenai nilai-nilai Pancasila tersebut. Mereka harus memahami, memaknai, juga mengamalkan seluruh nilai-nilai Pancasila. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan karakter maka sikap dan perilaku yang menyimpang akan menjadi lebih baik.

Artikel ini dimuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar. jika ada hal yang ingin ditanyakan terkait atikel di atas bisa menghubungi penulis melalui email berikut ini lunaodek6792@gmail.com