MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MASYARAKAT

Date:

Penulis : Riska Harmelia (Mahasiswa PBSI FKIP UNSA)

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Tahukah anda bagaimana penerapan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari hari? Jadi dilihat hingga sekarang masi banyak masyarakat yang kurang sadar untuk menerapkan nilai nilai Pancasila didalam kehidupan sehari –hari dan hal itu tentunya menjadi home work bagi kita semua untuk dapat mewujudkan cita cita dari Pancasila. Maka dari itu ada baiknya bagi kita untuk mengetahui penerapan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari hari.

Seperti yang kita ketahui bahwa negara Indonesia memilki Pancasila sebagai dasar negara. Dimana Pancasila dijadikan landasan dari segala keputusan yang mencerminkan kepribadian bangsa. Dapat pula diartikan, bahwa Pancasila merupakan ideologi negara. Tidak hanya sebagai ideologi , Pancasila digunakan sebagai dasar pengaturan pemerintah negara . Dengan adanya Pancasila tentunya dapat mengatur segala kehidupan masyarakat Indonesia sehingga terciptanya suasana yang damai dan tentram. Dalam arti nilai-nilai Pancasila memiliki ajaran untuk mengatur tata kelola kehidupan yang baik dan benar.

Tetapi terkadang semua orang lupa dan hanya mengangap Pancasila hanya sebagai simbol semata. Padahal Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Oleh karena itu,  kita sebagai warga negara Indonesia harus mewujudkan Pancasila didalam kehidupan sehari hari. Tetapi sangat disayangkan akhir akhir ini banyak berita berita yang tidak mencerminkan penerapan Pancasila.

Kasus kejahatan semakin banyak di Indonesia, sementara itu  berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Nasioanal (Pusiknas) Kepolisian RI (Polri), ada 274. 988 kasus tindak pidana sepanjang 2021. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 11% dibandingkan pada tahun 2020. Seperti kasus pembunuhan, pelecehan seksual, pemerkosaan , korupsi dan masi banyak lagi kasus lainnya. Tentunya hal tersebut dapat merugikan orang lain bukan hanya orang lain tetapi tetapi merugikan diri sendiri perilaku tersebut tentunya dapat merusak moral dan etika. Apabila peraturan Pancasila dilanggar tentunya orang yang melanggar tersebut akan di kenakan sanksi sesuai dengan peraturan hukum yang ada.

Problem ini menjadi bencana di negara ini oleh karena itu, negara tidak boleh membiarkan perilaku yang amoral ini semakin marak di tengah masyarakat . Apabila negara tidak bertindak tentunya akan merugikan negara ini padahal sudah jelas itu perbuatan yang tidak baik.  Bukan dalam Pancasila saja yang melarang perbuatan tersebut,  tetapi di peraturan agama manapun tidak membenarkan hal kotor seperti itu,

Dalam islam bahkan ditekankan, bahwa Allah tidak suka pada orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi Allah senang terhadap orang-orang yang selalu bertakwa dan selalu berbuat baik. Lingkungan hidup indonesia yang dianugrahkan Tuhan Yang Maha Esa kepada rakyat dan bangsa Indonesia merupakan karunia dan rahmat-Nya Yang waji dilestarikan dan dikembangkan kemampuannya agar tetap dapat menjadi sumber dan penunjang hidup bagi rakyat dan bangsa Indonesia serta makhluk hidup lainnya demi kelangsungan dan peningkatan kualitas Hidup itu sendiri (Murdiono et al.2020).

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia: Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. Ar-rum: 41-42)

Sebagai solusi yang tentunya harus kita lakukan untuk menerapkan nilai nilai Pancasila dari sila kesatu hingga sila kelima dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat kita terapkan dalam setiap kegiatan berikut:

  1. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai religious yakni, bangsa Indonesia adalah bangsa yang mempercayaI terhadap adanya Tuhan yang menciptakan alam semesta beserta isinya dan menjalankan perintah serta menjauhi larangannya .Yang memiliki sifat maha esa, maha kuasa, maha melihat dan sebagainya. Bangsa Indonesia memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk bebas memilih agamanya sesuai dengan kepercayaan nya masing-masing serta memberikan kebebasan untuk memeluk agama tanpa adanya paksaan dari pihak manapun seiring dengan itu maka masyarakat indonesia harus menanamkan sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama yang walaupun memiliki agama yang berbeda.serta tidak saling mencela yang dapat menimbulkan perpecahan antar umat beragama.
  2. Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab berarti bahwa manusia harus mempunya sifat adil terhadap orang lain dan manusia juga harus memiliki adab dan moral yang baik. Jadi menerapkan sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yaitu dengan cara melindungi hak asasi manusia, memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya, mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi manusia tanpa membeda bedakannya, saling menghormati dan mencintai satu sama lain dan tidak bertindak semena mena terhadap orang lain karena manusia mempunyai hak untuk itu.
  3. Dalam sila persatuan indonesia, seperti yang kita ketahui bersama bahwa negara Indonesia memiliki keberagaman. Baik itu Agama, budaya, suku, ras, warna kulit, Kedudukan, jenis kelamin dan sebagainya. Oleh karena itu, walaupun negara indonesia memiliki keberagaman maka kita harus menanmkan sikap persatuan dan kesatuan negara.seperti semboyan kita “Bhineka tunggal ika” yang artinya berbeda beda tetapi tetap satu jua. Penerapan sila ketiga yaitu dengan cara cinta tanah air dan bangsa, bangga menjadi warga negara Indonesia, rela berkorban demi negara Indonesia,serta menjaga nama baik Indonesia.
  4. Dalam sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, bahwa rakyat Indonesia dipimpin oleh Hikmat Kebiksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Indonesia dipimpin secara demokrasi, demokrasi adalah tatanan hidup bersama. Dipimpin oleh hikmat artinya bahwa negara Indonesia harus dipimpin oleh orang yang bertanggung jawab dan tahu cara memimpin yang baik dan benar. Kebijaksanaan dalam permusyawaratan artinya kita harus bijaksana dalam bermusyawarah untuk memutuskan tujuan bersama. Contoh penerapannya adalah mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan, menghormati hasil dari musyawarah, dan menerima lapang dada dari hasil musyawarah.
  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, artinya bahwa seluruh warga negara indonesia berhak diperlakukan dengan adil atau sama rata tanpa membeda bedakannya.Baik dalam bentuk ekonomi, politik, dan sosial budaya Contoh penerapannya adalah harus memiliki sikap adil terhadap orang lain, saling menghormati satu sama lain, membantu orang yang sedang dilanda kesusahan, menghargai hasil karya orang lain dan lain sebagainya.

Harapannya kita sebagai warga negara Indonesia bias menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari baik itu bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Serta menolak masuknya ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi bangsa indonesia sehingga dapat mencapai tujuan masyarakat yang adil dan makmur. Peluang penerapan Pancasila ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini dimuat  untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Pancasila Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar. jika ada hal yang ingin ditanyakan terkait atikel di atas bisa menghubungi penulis melalui email berikut ini [email protected].

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

DISIPLIN POSITIF MULAI DARI RUMAH HINGGA KE SEKOLAH

Penulis : Nasruddin, S.HI - Mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen...

PERAN GURU UNTUK SISWA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI

Oleh : Riska Harmelia – Mahasiswa Semester III Pendidikan...

Problem Based Blended Learning sebagai Bentuk Implementasi Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Oleh : Fahmi Yahya - Dosen Pendidikan Fisika Universitas Samawa, Mahasiswa...

PARADIGMA PENDIDIKAN PROGRESIF PROFETIK SEBAGAI PILAR PENDIDIKAN BERPENCIRI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN GLOBAL

OLEH: SYAIFULLAH, S.Ag - Mahasiswa Program Pascasarjan Manajemen Inovasi...