Wabup Sumbawa : Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Disikapi Serius

Wabup Sumbawa : Kekerasan Perempuan dan Anak Harus Disikapi Serius
Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd

Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd mengingatkan permasalahan kekerasan perempuan dan anak harus disikapi dengan serius. Hal ini disampaikan wabup saat membuka dan menjadi narasumber dalam Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Lintas Sektor, untuk Perlindungan pada Kekerasan Terhadap Perempuan dan Kekerasan Terhadap Anak, serta Tindak Pidana Perdagangan Orang di Kabupaten Sumbawa Tahun 2022, Selasa (20/09/2022) di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati sangat menyambut baik pertemuan koordinasi tersebut, yang dinilainya sebagai upaya perlindungan perempuan dan anak yang sudah menjadi program nasional. Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan masalah yang pelik, yang harus disikapi secara serius mengingat dampaknya yang multidimensi, sebutnya.

Baca juga:  Satgas Penangnan Konflik Kabupaten Sumbawa Intenskan Rakor

Berbagai kasus terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, tegas Wakil Bupati, merupakan faktor penghambat upaya peningkatan kualitas dan peran perempuan. Kekerasan yang dihadapi perempuan dan anak bukan hanya berupa kekerasan fisik, melainkan juga kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran, dan para pelaku bukan hanya orang luar ataupun orang tidak dikenal, namun juga berasal dari lingkungan terdekat korban.

Wakil Bupati dikesempatan ini juga menekankan agar para Camat, Lurah dan Kepala Desa, mampu memberikan rasa aman dan nyaman khususnya kepada perempuan dan anak, dengan memenuhi hak atas perlindungan dari bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta tersedianya sarana dan prasarana yang ramah perempuan dan anak.

Baca juga:  Pasca Keputusan MK, KPU Perlu Urusi Administrasi Parpol

Dipenghujung sambutan, Wakil Bupati juga berharap, desa dan kelurahan dapat menerapkan program perlindungan perempuan dan anak dalam setiap kebijakan dan perspektif pembangunan di wilayah masing – masing.

“Hal ini merupakan langkah strategis yang harus didukung semua pihak, insya Allah dengan kolaborasi dan sinergi kita bersama, berbagai kasus kerentanan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (KS/aly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.