iklan caleg
Sosial Budaya

BEM UNSA dan HMI Cabang Sumbawa Gelar Dialog Kedaerahan, Bahas Potensi Daerah Menuju Masa Depan

Avatar photo
×

BEM UNSA dan HMI Cabang Sumbawa Gelar Dialog Kedaerahan, Bahas Potensi Daerah Menuju Masa Depan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com —Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Samawa(BEM UNSA) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumbawa menggelar dialog kedaerahan bertema “Sumbawa Hari Ini Menuju Sumbawa di Masa Depan: Meneropong dan Mengoptimalkan Potensi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Auditorium Universitas Samawa, Minggu (27/09/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Wakil Rektor III Universitas Samawa Muhammad Wildan, M.Pd., Sekretaris MD KAHMI Kabupaten Sumbawa Yahandra Muslimin, S.AP., beserta jajaran kepengurusan MD KAHMI. Hadir pula Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa Wahyudin beserta jajaran pengurus cabang, pengurus komisariat dan anggota HMI se-Cabang Sumbawa, serta Ketua BEM Universitas Samawa Fitrah Andiyan bersama jajaran pengurus BEM.

Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Direktur Manager External Relationship PT AMNT Ahmad Salim, S.T., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Andi Rusni, S.E., M.M., Dekan FKIP UNSA Dr. Juanda, S.S., M.Pd., serta Dekan Fakultas Pertanian UNSA Yadi Hartono, S.P., M.Si.

Dalam sambutannya, Presiden Mahasiswa Universitas Samawa Fitrah Andiyan menyoroti pentingnya melihat masa depan Sumbawa di tengah melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki daerah, khususnya sektor pertambangan. Menurutnya, keberadaan sumber daya alam tersebut harus dipastikan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini tentunya bagaimana kita melihat masa depan Sumbawa ke depan di tengah melimpahnya sumber daya alam yang ada, apalagi di sektor pertambangan. Namun, dengan sumber daya alam yang ada tentunya kita harus memastikan kebermanfaatannya,” ujar Fitrah.

Fitrah mengatakan pembahasan mengenai sektor pertambangan belakangan menjadi diskusi yang menarik di ruang publik. Dalam kondisi tersebut, ia menilai mahasiswa Sumbawa perlu mengambil peran sebagai kaum intelektual dengan memberikan saran, masukan, kritik, dan solusi bagi kemajuan daerah.

“Mahasiswa Sumbawa tidak boleh menjadi penonton tetapi harus hadir sebagai kaum intelektual untuk memberikan saran dan masukan serta kritik dan solusi untuk kemajuan Sumbawa yang lebih baik ke depan,” katanya.

Ia juga berharap dialog tersebut dapat melahirkan rekomendasi bagi Kabupaten Sumbawa, sehingga kekayaan alam yang dimiliki daerah tidak hanya memberikan manfaat bagi kelompok tertentu.

“Kita tidak ingin kekayaan alam ini hanya bermanfaat bagi segelintir orang sehingga melalui kegiatan ini kita semua berharap ada rekomendasi yang dilahirkan untuk Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Ketua Umum HMI Cabang Sumbawa, Wahyudin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum untuk mendiskusikan kondisi Sumbawa dan kekayaan alam yang dimiliki, tetapi juga membahas bagaimana kekayaan tersebut dapat dikonversi menjadi kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan yang kita lakukan ini bukan hanya sekadar untuk mendiskusikan tentang kondisi Sumbawa dengan kekayaan yang ada, tetapi bagaimana mengkonversi kekayaan alam tersebut menjadi kesejahteraan untuk masyarakat Sumbawa,” kata Wahyudin.

Menurut Wahyudin, Sumbawa memiliki banyak potensi yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, pertambangan hingga sektor lainnya. Ia mempertanyakan sejauh mana berbagai potensi tersebut telah dikelola secara baik.

“Kabupaten Sumbawa ini memiliki banyak potensi yang dimiliki, baik itu sektor pertanian, peternakan, pertambangan dan sektor lainnya, tapi dengan potensi tersebut sudahkah ini dikelola dengan baik atau hanya sekadar menjadi potensi tanpa pengelolaan yang baik,” ujarnya.

Selain pengelolaan potensi daerah, Wahyudin juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap gerakan anak muda. Ia berharap pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan dukungan positif agar generasi muda dapat mengambil peran melalui gagasan-gagasan untuk kemajuan daerah.

“Pemerintah Kabupaten Sumbawa saat ini harus juga melihat potensi poros gerakan anak muda melalui dukungan-dukungan yang positif karena memang anak mudalah yang akan menentukan nasib masa depan Sumbawa dengan potensi-potensi yang dimiliki,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris MD KAHMI Kabupaten Sumbawa, Yahandra Muslimin, S.AP., menyampaikan bahwa pemerintah daerah perlu bergerak cepat menghadapi berbagai tantangan, termasuk di tengah kondisi keuangan daerah saat ini.

“Pemerintah Daerah Sumbawa harus bergerak cepat dengan segala tantangannya di tengah kondisi keuangan daerah saat ini. Kita tahu betul Sumbawa memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah di berbagai sektor, terkhusus di sektor pertanian,” ujar Yahandra.

Ia turut menyoroti potensi hilirisasi pertanian yang dinilai perlu didorong dengan baik. Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi untuk mengembangkan sektor tersebut.

“Apalagi saat ini semangat hilirisasi pertanian menjadi semangat yang sering digaungkan dan Sumbawa memiliki potensi tersebut sehingga inilah yang perlu kita dorong dengan baik,” katanya.

Selain pertanian, Yahandra menyebut sektor pertambangan juga memiliki potensi besar dan saat ini menjadi salah satu topik yang sering didiskusikan. Ia berharap peluang tersebut dapat dilihat dengan baik tanpa mengesampingkan sektor pertanian yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Sumbawa.

“Selain sektor pertanian, Sumbawa juga memiliki potensi yang besar di sektor pertambangan dan ini menjadi sektor yang saat ini menjadi pembahasan yang sering didiskusikan. Sehingga pemerintah juga perlu melihat peluang ini dengan baik agar bisa kita rasakan secara bersama tanpa melupakan sektor pertanian karena hampir masyarakat kita bergerak di sektor pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Samawa yang diwakili Wakil Rektor III, Muhammad Wildan, M.Pd., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan menyampaikan bahwa Sumbawa memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata, pertambangan hingga sumber daya manusia.

“Sumbawa memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, pariwisata, pertambangan, hingga sumber daya manusia. Namun, potensi tersebut tidak otomatis menjadi kesejahteraan tanpa pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, tata kelola yang baik, serta kolaborasi,” ujar Wildan.

Menurutnya, pembangunan daerah perlu diarahkan pada peningkatan nilai tambah agar manfaat ekonomi dari berbagai potensi yang dimiliki dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Sumbawa.

Wildan juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan, inovasi dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjawab berbagai persoalan daerah.

“Generasi muda harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan, sementara dialog kedaerahan diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat melahirkan langkah konkret untuk mengoptimalkan potensi daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan,” katanya.

Kegiatan dialog kedaerahan tersebut menjadi ruang pertemuan antara unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, legislatif, dunia usaha dan alumni HMI dalam membahas potensi serta masa depan Sumbawa. Dalam sambutan pembukaan, Wildan berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi dapat melahirkan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi daerah secara berkelanjutan dan berkeadilan. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *