iklan caleg
Sosial Budaya

Lakpesdam PCNU Sumbawa Kaji Tradisi Sufistik Desa Tepal

Avatar photo
×

Lakpesdam PCNU Sumbawa Kaji Tradisi Sufistik Desa Tepal

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumbawa sukses menyelenggarakan workshop kebudayaan bertajuk “Ritual Filosofis Tradisi Sufistik: Pengaruh Tasawuf dalam Kebudayaan” Senin (21/9).

Kegiatan ini secara khusus menyoroti dan membedah jejak spiritualitas serta akulturasi budaya Islam di Desa Tepal, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa.

Desa Tepal, yang terletak di wilayah dataran tinggi pegunungan Batulanteh, telah lama dikenal sebagai salah satu desa tua penyangga kearifan lokal Tana Samawa. Workshop ini diinisiasi untuk mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai tasawuf (Sufisme) masuk dan berbaur secara harmonis dengan adat istiadat setempat, yang hingga kini tercermin dalam berbagai praktik ritual keagamaan dan tradisi keseharian masyarakatnya.

Ketua Lakpesdam PCNU Sumbawa, Muhazi Ramadhan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Nahdlatul Ulama dalam merawat dan mendokumentasikan khazanah Islam Nusantara di wilayah Nusa Tenggara Barat.

“Desa Tepal adalah potret hidup bagaimana Islam, khususnya melalui pendekatan tasawuf yang penuh kedamaian, mampu menyatu dengan kebudayaan lokal tanpa harus mencerabut akar identitas masyarakat aslinya. Melalui workshop ini, kami ingin membongkar makna filosofis dari ritual-ritual tersebut agar esensinya dapat dipahami, tidak disalahartikan, dan terus dilestarikan oleh generasi muda Sumbawa,” ungkap Muhazi.

Kegiatan workshop ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari tokoh agama, budayawan lokal, akademisi, pemangku adat (Sandro dan tokoh masyarakat), hingga kalangan pemuda mahasiswa. Rangkaian acara diisi dengan pemaparan materi kesejarahan Islam di Sumbawa, diskusi interaktif terkait simbol-simbol Sufistik dalam ritus panen dan tolak bala, serta perumusan langkah pelestarian budaya.

Beberapa temuan penting yang dibahas dalam workshop ini meliputi manifestasi konsep zuhud (kesederhanaan hidup), mahabbah (cinta kasih kepada sesama dan alam), serta tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) yang mewarnai hukum adat, tata cara bermasyarakat, dan ekspresi kesenian di Desa Tepal.

Lakpesdam PCNU Sumbawa berharap, hasil rumusan dari workshop ini tidak hanya berakhir sebagai dokumen kajian akademis atau arsip kebudayaan semata. Lebih dari itu, temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata spiritual-ekologis di Batulanteh, yang tetap mengedepankan penghormatan terhadap kearifan masyarakat adat. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *