iklan caleg
KesehatanPolitik & Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Siapkan Langkah Strategis Tekan Kasus Gangguan Jiwa

Avatar photo
×

Pemkab Sumbawa Siapkan Langkah Strategis Tekan Kasus Gangguan Jiwa

Sebarkan artikel ini
dr. Abadi Abdullah

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan atensi khsusu terhadap tingginya kasus kesehatan mental di wilayah setempat. Melalui Dinas Kesehatan (Dikes), Pemkab Sumbawa telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menekan perkembangan kasus tersebut.

Data Dikes Sumbawa mencatat, jumlah kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Sumbawa yang mencapai 1.428 kasus, di mana 1.080 di antaranya masuk dalam kategori Gangguan Jiwa Berat (ODGJB).

Selain faktor penggunaan Napza, persoalan asmara seperti putus cinta atau ditinggal pasangan menjadi salah satu penyebab tingginya kasus gangguan kejiwaan di wilayah setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Abadi Abdullah, mengatakan, pemerintah daerah bergerak cepat dalam merespons persoalan tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah solusi strategis, mulai dari penyediaan Rumah Singgah ODGJ hingga penyiapan program pencegahan sejak dini berupa Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis.

“Solusi dari pemerintah oleh Pak Bupati dibuatkan Rumah Singgah ODGJ. Jadi nanti kita akan berikan rehabilitasi, pengobatannya kita jamin. Ketika pasien sudah mandiri tanpa kontrol orang lain untuk minum obat, baru kita pulangkan,” ujar dr. Abadi.

Ia menjelaskan, Rumah Singgah ODGJ tersebut saat ini sedang on progress dengan memanfaatkan gedung eks Puskesmas Buer. Lokasi ini dipilih karena memiliki fasilitas pendukung yang dapat menunjang pemulihan fisik maupun rohani pasien.

“Tujuan utama rumah singgah ini untuk menjamin keberlangsungan pengobatan ODGJ. Di eks Puskesmas Buer ada lapangan luas dan tempat ibadah, sehingga pemulihan jasmani dan rohaninya bisa dilengkapi,” terangnya.

Untuk tahap awal lanjutnya, keberadaan rumah singgah ini ditargetkan untuk menyelesaikan kasus pemasungan yang tercatat merupakan yang tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari total 12 kasus pasung yang ditemukan, 2 kasus di antaranya telah berhasil dilepaskan, sehingga tersisa 10 kasus yang menjadi fokus intervensi.

Selain itu sambungnya, ,pihaknya juga menyiapkan solusi pencegahan dari hulu melalui program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis untuk meminimalisir risiko pemicu emosional seperti masalah asmara pada usia muda.

“Untuk pemicu seperti asmara, kami di Dinas Kesehatan sedang memulai program Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis. Bahan percontohannya kami ambil di tingkat SMP karena usia ini beririsan dengan masa perlindungan anak,” lanjut dr. Abadi.

Melalui pendekatan sebaya ini, para siswa akan dilatih agar memiliki kemampuan dasar dalam merespons dan mendampingi rekan sekolahnya yang sedang mengalami persoalan psikologis.

“Di situ nanti temannya sendiri yang kita berikan pelatihan, sehingga mereka bisa langsung membantu temannya ketika ada persoalan psikologis,” pungkasnya.

Diharapkan, dari berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dapat menekan angka gangguan jiwa di Kabupaten Sumbawa. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *