iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Baru di Kecamatan Utan

Avatar photo
×

Pemkab Sumbawa Terapkan Sistem Pengelolaan Sampah Baru di Kecamatan Utan

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa resmi menerapkan sistem baru pengelolaan sampah di Kecamatan Utan. Langkah ini diawali dengan penyediaan kontainer sebagai tempat penampungan sementara (TPS) sampah rumah tangga sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

​Program tersebut disosialisasikan seraya menyerahkan tujuh unit kontainer sampah secara simbolis oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, di Aula Kantor Kecamatan Utan. Acara ini turut dihadiri jajaran Wakil Ketua dan Anggota DPRD Sumbawa, pimpinan OPD terkait, Camat Utan, serta para kepala desa se-Kecamatan Utan.

​Dalam sambutannya, Wabup Mohamad Ansori menyampaikan bahwa penyaluran kontainer ini merupakan komitmen nyata Pemkab Sumbawa untuk meningkatkan kebersihan lingkungan secara tertata dan efektif.

​”Program ini bagian dari perencanaan yang telah disiapkan. Hari ini Kecamatan Utan menerima bantuan tujuh unit kontainer yang akan disebar di beberapa desa. Dengan sistem ini, sampah tak lagi dibuang sembarangan, melainkan dipusatkan di kontainer sebelum diangkut armada ke TPA,” ujar Wabup.

​Ia berharap keberadaan kontainer tersebut mampu menciptakan lingkungan Kecamatan Utan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.

​Senada dengan hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi erat antara DPRD dan Pemkab Sumbawa.

​”Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, sehingga Kecamatan Utan dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah bagi kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa,” tutur Berlian.

​Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa penyediaan kontainer ini merupakan respons cepat atas persoalan yang ditemukan dalam Gerakan Gotong Royong Indonesia Asri sebelumnya. Saat itu, masih banyak warga membuang sampah di bawah jembatan karena keterbatasan fasilitas.

​Pipin juga menegaskan bahwa kontainer tersebut khusus diperuntukkan bagi sampah residu (sampah yang tidak dapat diolah kembali).

​”Untuk sampah organik, kami harapkan dapat dikelola langsung oleh masyarakat dari sumbernya agar tidak menumpuk di TPA. Ini adalah komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” pungkas Pipin. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *