Belasan Titik Longsor di Ruas Jalan Pelita – Baturotok

Salah satu titik longsor ruas Jalan Pelita - Baturotok // Sumber : BPBD Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi terjadi beberapa pekan terakhir di sebagian besar Wilayah Kabupaten Sumbawa. Tingginya curah hujan menyebabkan bencana tanah longsor di belasan titik di ruas jalan Pelita – Baturotok.

Sebagaimana diterangkan oleh Ardiansyah salah satu Perangkat Desa Baturotok kepada media ini, Rabu (11/01/2023) kemarin, saat musim hujan seperti ini, akses jalan khususnya dari ruas jalan Pelita – Baturotok cukup sulit dilalui menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Jadi kalau bicara tentang jalan Baturotok mulai dari ruas Pelita sampai Baturotok cukup sulit dilalui terutama di musim hujan seperti sekarang ini. Kemarin pak kabid dari BPBD selaku yang membidangi sudah cek di lapangan. Di sana ada 13 titik terjadi longsor. Cukup sulit dilalui oleh kendaraan terutama roda empat,” jelasnya.

Baca juga:  Kampanye Terakhir, Massa PPP Hijaukan Lapangan Umum Kediri

Ia menyebutkan, ke 13 titik dimaksud yakni 3 titik di Tanjakan Treng, 3 titik di Tanjakan Bialung, 1 titik di Kemetak Jaran, 1 titik di Orang Pola, 1 titik Lawang Tua, dan 2 titik di Berang Manti.

Menurutnya, kondisi ini sangat menghambat aktivitas masyarakat terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan harga sembako menjadi mahal, termasuk mobilisasi hasil pertanian menjadi terhambat.

Untuk itu, Ia berharap kepada Pemda melalui dinas terkait agar segera melakukan upaya penanganan terhadap titik-titik longsor dimaksud. Sehingga, muda dilalui oleh masyarakat yang mengangses jalan tersebut.

Baca juga:  KPU Sumbawa Siapkan Dana 600 Juta untuk Alat Peraga Kampanye

“Untuk jangka pendek kita harapkan segera ditangani agar lebih muda dilalui oleh masyarakat yang mengakses jalan tersebut,” harapnya.

Sementara untuk jangka panjang ungkapnya, Pemerintah, baik daerah, provinsi, hingga pusat agar dapat melakukan penanganan lebih masif untuk jalan tersebut.

“Jangka panjang bagaimana kemudian agar pemerintah baik semua tingkatan melakukan penanganan lebih masif, paling tidak hotmix. Tinggal 8 kilo belum hotmix mulai dari Tanjakan Bialung sampai Desa Baturotok,” pungkasnya. (KS/aly)