Lurah Lempeh Sulap Bantaran Sungai Jadi Pusat Keramaian

Lurah Lempeh Sulap Bantaran Sungai Jadi Pusat Keramaian
Penampakan Bantaran Sungai Transito Kelurahan Lempeh pada malam hari

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Inovasi Lurah Lempeh Deny Armansyah, S.STP., M.M.Inov., patut dicungi jempol. Pasalnya, perlahan ia berhasil menyulap bantaran sungai menjadi pusat keramaian dan memberi dampak positif bagi masyarakat setempat.

Kelurahan Lempeh memiliki bantaran sungai yang cukup panjang hampir 3 Kilo Meter. Selama ini, pinggir singai yang telah mengering itu, tidak dimanfaatkan dan gelap gulita pada malam hari ini.

“kawasan ini sangat gelap, biasanya menjadi konsen pemuda miras, bahkan sering terjadi perkelahian. Jadi tematik yang coba saya bangun di Kelurahan Lempeh ini yang memiliki bantaran yang cukup panjang. Sehingga saya melihat ini sebagai sebuah potensi, tinggal bagaimana kita memaksimalkan potensi ini dari keadaan yang belum tertata menjadi tertata,” jelas Lurah Deny.

Baca juga:  Barapan Kebo Turut Meriahkan Festival Moyo 2015

Seperti di RW 06 Lingkungan Transito, potensi sudah terlihat berupa Fasilitas Taman Lembi yang disiapkan oleh pemerintah. Hanya saja bagaiamana memakimalkan dengan mengadakan berbagai event.

“kita mencoba menata bantaran sungai ini yang memang sudah menjadi daratan yang selama ini tidak terurus kita coba membuat salah satu fasilitas olahraga seperti bola mini atau footsal. Selama ini memang belum ada fasilitas ini, dan ini kita sepakat memaksimalkan kita beri nama Transito Stadion of Lempeh,” terangnya.

Lurah Lempeh Sulap Bantaran Sungai Jadi Pusat Keramaian
Pemampakan Bantaran Sungan Lingkungan Transito Kelurahan Lempeh pada sore hari

Selian itu, kawasan tersebut yang semulanya gelap gulita akan disupal menjadi pusat kuliner malam dan akan melibatkan UMKM. “Ke depannya kawasan bantaran sungai ini kita sudah persiapkan penataan lampu di malam hari sudah mulai beroprasi sejak 4 Agustus yang lalu. Ini akan menjadi Night Sreet Food. Jadi pusat kuliner malam hari akan melibatkan UMKM, sehingga sebelumnya kawasan ini sangat gelap, kita sulap menjadi tempat keramaian yang bermanfaat bagi masyarakat secara luas,” paparnya.

Baca juga:  Pengunjung Tempat Wisata Wajib Taati Prokes

Untuk pengolaannya nanti, akan dibentuk Kelompok Pengelola Kawasan (KPK) dari untuk masyaraka setempat. Kelompok inilah yang akan menjadi motor dalam rangka kegiatan pemberdayaan masyarakat, sehingga nanti hasil dari kawasan ini mampu memberikan kontribusi untuk kemandirian dan pembangunan di Transito. (KS/aly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.