Pembangunan Di NTB Mengacu Pada Daya Dukung Lingkungan

Date:

TGH. Zainul Majdi, MA
TGH. Zainul Majdi, MA
Gubernur NTB

MATARAM, Kabar Sumbawa—Pembangunan hijau merupakan pembangunan yang memperhatikan daya dukung lingkungan. Ke depan pola pembangunan hijau ini akan menjadi trend dunia, karena semua manusia akan sadar bahwa bumi merupakan modal utama untuk membangun.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB, TGH. Zainul Majdi, MA kepada wartawan usai menghadiri pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Hotel Grand Legi Mataram, Rabu (29/3).

Sebagai pembicara dalam konferensi International Green Island Forum di Jeju Korea Selatan beberapa waktu lalu, Gubernur NTB memaparkan tentang visi NTB sebagai suatu daerah yang telah memiliki komitmen untuk itu.
“Jadi penting betul bagi kita, NTB sebagai provinsi kecil tentu harus ada kepeloporan, untuk meletakkan NTB di peta dunia. Ketika nanti konsep pembangunan hijau ini sudah semakin kuat, maka NTB sudah bias menjadi contoh, kami punya inisisatif untuk itu,” ujar TGB sapaan karab Gubernur NTB.

Dikatakan, konsep pembangunan hijau di NTB, implementasinya sudah mulai dilaksanakan, seperti kawasan mandalika yang menggunakan resorseas ramah lingkungan, sumber listriknya dari solar panel, airnya juga menggunakan sumber salinasi air laut, tidak menggunakan sumur bor yang dapat mengganggu kondisi alam.

Selain itu juga mempromosikan kawasan Rinjani sebagai Global Geopark, serta investasi ramah lingkungan di Gili Terawangan. “Untuk merealisasikan segala ikhtiar ini kapasitas membangun yang dimiliki Pemprov NTB tentu sangat terbatas, sehingga mengharapkan
dukungan dari berbagai pihak, terutama support pihak luar untuk berinvestasi segala kegiatan yang ramah lingkungan di NTB,” kata gubernur.

Terhadap tata ruang kabupaten/kota, gubernur juga meminta agar pembangunan yang dilaksanakan selalu mengacu kepada provinsi dan provinsi juga akan mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat. Sehingga diharapkan pemberian ijin untuk pemanfaatan sumber daya harus memperhatikan daya dukung lingkungan. Sebab jika tidak terkendali membahayakan manusia sendiri.

“Membangun itu tidak hanya sekedar memanfaatkan lahan, tetapi harus
dapat memastikan bahwa pemanfaatan  lahan itu tidak merusak lingkungan. Sebagai contoh di Kabupetan Bima, banjir yang terjadi diakibatkan reforestasi tidak terlaksana dengan baik, dimana Polhut dikejar masyarakat, bahkan melakukan pengancaman.

“Kalau terjadi banjir yang rugi masyarakat, hentikan eksploitasi hutan yang tidak bertanggung jawab, karena dampaknya akan kembali lagi kepada manusia,” tandas Gubernur. (KS/YDS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Dua Instruktur BLK Sumbawa Juara KKIN IX Regional Wilayah Barat 3, Satu Tembus Nasional

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Prestasi gemilang diraih oleh Dua...

Pelayanan CT Scan RSUD Sumbawa Dialihkan ke RSMA

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Pelayanan Computed Tomography Scan atau...

Wabup Beri Penjelasan Kasus Pengadaan Masker yang Seret Namanya

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan masker...

Pemkab Sumbawa Pastikan Pengadaan Lahan Samota Tidak Sia-Sia

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah melakukan...