Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberi perhatian serius terhadap kelangkaan komoditas semen yang mengakibatkan terjadinya lonjakan harga di lapangan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Dis KUKMindag) Kabupaten Sumbawa, E. S. Adi Nusantara, mengungkapkan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan.
”Saya sudah minta kemarin pengawas perdagangan untuk keliling ke gudang-gudang semen yang ada, dan memang terjadi kelangkaan,” ujar Adi Nusantara kepada wartawan.
Berdasarkan koordinasi dan hasil komunikasi pihaknya dengan pemerintah provinsi lanjut kadis, diketahui bahwa penyebab utama terjadinya kelangkaan semen di daerah karena adanya penurunan volume produksi dari pabrik produsen semen.
”Hasil kontak kami dengan provinsi, memang ternyata penyebab utama karena menurunnya produksi dari pabrik semen. Kita tergantung kepada mereka, karena produksinya menurun jadi pasokan terhambat,” jelasnya.
Menurutnya, imbas dari minimnya stok tersebut, terhadi kelangkaan yang mengakibatkan harga pasaran semen yang biasanya berada di kisaran Rp76 ribu hingga Rp83 ribu per sak, melonjak tajam hingga Rp100 ribu.
Jika kelangkaan ini terjadi lanjut Kadis, pihaknya khawatir akan menganggu keberlangsungan pembangunan fisik di daerah jika pasokan material semen teganggu.
“Yang menjadi kekhawatiran karena menjelang perubahan APBD banyak proyek pembangunan bisa terhambat, ” ujarnya.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemkab Sumbawa bergerak cepat dengan melayangkan surat resmi kepada pihak produsen agar pasokan semen untuk wilayah Kabupaten Sumbawa dapat segera dipenuhi.
”Kita sudah tindak lanjuti bersurat ke produsen untuk segera bisa memenuhi kuota sesuai dengan yang mereka miliki. Mengenai detail jumlah data kuota itu ada di provinsi,” pungkasnya. (KS)









