Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Sejumlah ternak di Kecamatan Orong Telu terindikasi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD).
Informasi ini dibenarkan oleh Camat Orong Telu M. Ihsan Imanuddin saat ditemui wartawan, Jumat (06/02/2026) di lokasi peletakan batu pertama proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir.
“Memang kemarin ada terpantau tapi tidak begitu banyak, ada sebagian ternak yang sudah kena,” ungkapnya.
Dikatakan, saat ini kondisi ternak yang diduga terjangkit PMK sudah dalam tahap pemilihan. “Sekarang dalam tahap pemilihan, posisinya di pelihara oleh pemiliknya masing-masing,” ujarnya.
Terkait jumlah ternak yang terjangkit ungkapnya, pihaknya belum bisa memastikan secara rinci. Sebab, masih dilakukan pendataan di lapangan.
Ia mengakui, kondisi ini belum dilaporkan secara resmi kepada dinas terkait dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) setempat.
“Belum (melaporkan – red), saya masih mendata yang terkena dampaknya. Senin saya akan komunikasikan untuk penanganan secara dini mungkin,” tukasnya.
Ia berharap, dinas terkait bisa segera turun ke lokasi agar dampak penyakit ini tidak meluas. Sebab, akan merugikan para peternak.
“Jadi kita berharap kepada OPD teknis untuk segera turun jangan sampai meluas, kasihan para peternak dampak dari penyakit itu,” harapnya.
Dilansir dari berbagai sumber, PMK merupakan penyakit virus menular akut yang menyerang hewan berkuku belah (sapi, kerbau, kambing, domba, babi). PMK tidak menular ke manusia.
Penyakit ini disebabkan oleh virus famili Picornaviridae, gejalanya meliputi lepuh di mulut dan kuku, air liur berlebih, demam, dan pincang.
Meskipun tingkat kematian pada hewan relatif rendah, penyakit ini menyebabkan kerugian besar akibat penurunan berat badan, penurunan produksi susu, dan biaya pengobatan.
Adapun pencegahan yang dilakukan antara lain, vaksin, memisahkan hewan sakit, disinfeksi kandang, dan membatasi lalu lintas ternak. Sementara pengobatan jika sudah terjangkat dapat dilakukan, pemberian vitamin, antiboitik untuk infeksi sekunder, serta perawatan luka. (KS/Dedi/Gita)








