EkonomiHeadline

Bulog Harapkan Petani Lapor Babinsa/PPL Saat Panen atau Jual Gabah

Avatar photo
×

Bulog Harapkan Petani Lapor Babinsa/PPL Saat Panen atau Jual Gabah

Sebarkan artikel ini
Bulog Harapkan Petani Lapor Babinsa/PPL Saat Panen atau Jual Gabah
Bulog Harapkan Petani Lapor Babinsa/PPL Saat Panen atau Jual Gabah

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemimpin Cabang (Pinca) Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa Zuhri Hanafi, berharap agar petani melaporkan kepada Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di wilayah masing-masing saat akan panen ataupun menjual gabahnya.

Pasalnya, pada musim panen tahun 2025 ini, Tim Jemput Gabah yang dibentuk oleh Bulog dalam melalukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) dari petani, bekerjasama dengan PPL dan didampingi oleh Babinsa.

“Bagi petani yang akan panen, bisa menghubungi Babinsa atau PPL, nanti akan diarahkan ke mitra mana yang kosong untuk dapat diserap. Semua daftar mitra sudah kita sebar ke Babinsa dan PPL. Nanti akan dijelaskan mekanismenya oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Terkait harga, ia memastikan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilo gram untuk GKP. Pembayaran menggunakan uang cash maupun transfer ke rekening petani.

“Kita pastikan sesuai HPP, termasuk oleh mitra sudah kita beri kewanangan untuk membeli sesuai HPP. Nanti pembayarannya paling lama 1 kali 24 jam, tapi kalau tidak begitu besar, bisa langsung setelah penimbangan,” terangnya.

Ia mengakui, dalam proses penyerapan GKP saat ini, terdapat banyak kendala di lapangan. Mulai dari keterbatasan gudang penyimpanan yang tidak sebanding dengan jumlah produksi, termasuk juga masih adanya stok lama.

Sementara terkait dengan harga pembelian GKP di Desa Mamak oleh Bulog tambah Zuhri, berdasarkan klarifikasi kepala desa setempat, harga masih stabil.

Namun demikian tegasya, Bulog Sumbawa berkomitmen untuk tetap melakukan penyerapan GKP dengan maksimal. Berbagai langkah yang telah dilakukan, diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Tentunya komitmen Bulog tetap melakukan penyerapan sesuai dengan terget. Dari sisi anggaran kita sudah siap, tinggal kita maksimalkan pengadaan gudang untuk menampung hasil penyerapan,” pungkasnya. (KS)