Bersepeda dari Bali Hingga Sumba, Kampanye JFZ 2023 untuk Titik Nol Indonesia Menuju Nol Emisi Karbon

Date:

Bali, Kabarsumbawa.com – Journey from Zero (JFZ), sebuah proyek kolaboratif bersama PT Rimba Makmur Utama (RMU), pemilik dan pengelola inisiatif restorasi ekosistem Katingan Mentaya Project, dan Athletica Company (Athletica), perusahaan di industri olahraga, resmi akan memulai kembali perjalanan bersepedanya setelah sebelumnya di Agustus 2022 kemarin, melabuhkan sepedanya bersama rider ke-12, Anne Luntungan pada rute terakhir Banyuwangi – Denpasar sejauh 211 kilometer mengendarai Spedagi, sepeda bambu karya Singgih Kartono.

Sebagai bagian dari inisiatif kampanye Journey to Zero (JTZ) lewat gerakan #BirukanLangit yang mengusung tema “Dari Titik Nol Indonesia Menuju Nol Emisi Karbon”, program bersepeda jarak jauh ini diawali dari Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, menuju Denpasar, Bali. Tahun ini, Journey from Zero akan melanjutkan perjalanannya dari Bali menuju Lombok, Sumbawa, dan berakhir di Sumba. Sembilan pesepeda akan secara estafet mengendarai sepeda bambu menempuh jarak kurang lebih sejauh 1.504 kilometer untuk menyebarkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dengan salah satunya mengurangi penggunaan emisi karbon.

Tiga pesepeda, yaitu Riyadh Nadlir Afwan, Muhammad Rifqi Akbar dan Edmund Jed Solaiman telah memulai perjalannya dari pulau Bali pada Kamis, 1 Juni 2023. Para pesepeda disambut oleh perwakilan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Ketut Subandi. Ia menceritakan situasi dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk menangani salah satu isu krusial yang tengah dialami yaitu bagaimana kebiasaan pola hidup yang baik dapat membantu menangani permasalahan sampah yang seiring waktu semakin mengkhawatirkan.

Baca juga:  Event PGWAC 2024 di Sky Lancing Lombok Tengah Sukses Digelar

“Journey from Zero merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengkampanyekan hidup sehat melalui kegiatan bersepeda untuk memberikan awareness pentingnya menjaga lingkungan hidup yang sehat.” Ungkapnya.

Journey from Zero (JFZ) Bali – Sumba

Journey from Zero tahun ini, Tidak hanya fokus pada perjalanan panjang mengendarai sepeda sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan, kali ini pun mereka akan berinteraksi dengan melakukan kegiatan dari masing komunitas penggiat lingkungan, berdiskusi, dan menyebarkan semangat untuk menjadikan lingkungan menjadi lebih baik ke khalayak lebih luas.

Beberapa komunitas yang akan disinggahi selama perjalanan adalah Sungai Watch, sebuah organisasi yang bergerak dalam pembersihan sungai dengan misi menjaga perairan dan Bye Bye Plastic Bags, sebuah gerakan anak muda dengan misi tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Sedangkan di Lombok, pesepeda akan bertemu dengan Bank Sampah NTB Mandiri dan juga bertemu dengan Anak Alam Learning House di pulau Sumbawa.

Berkolaborasi untuk membawa misi yang serupa, Melati Wijsen, Founder, Bye Bye Plastic Bags mengatakan, dirinya yakin bahwa kampanye Journey from Zero, bersepeda dari Bali, Lombok, Sumbawa dan Sumba menjadi cara yang sangat kreatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terutama anak muda untuk peduli atas lingkungan dan bisa membuat perubahan.

“Bye Bye Plastic Bags dan Journey from Zero hadir untuk memberikan pesan kalau kita tidak punya banyak waktu untuk membuat perubahan. Anak muda mungkin hanya 25% dari populasi dunia, tetapi kita merupakan 100% dari masa depan dan kita semua bisa menjaga lingkungan,” tutupnya.

Baca juga:  Koramil 06/Lape Tebar 1.000 Bibit Pohon Asam di Wilayah Tandus

Sebagai informasi, Journey to Zero (JTZ) merupakan kampanye yang digulirkan oleh RMU pertama kalinya pada hari Zero Emission Day, 21 September 2020.  Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi milenial agar lebih ramah lingkungan dan ramah sosial.  JTZ memberikan edukasi, aspirasi dan mengajak generasi muda mengambil langkah-langkah  yang mendukung kelestarian lingkungan, dan harapannya bisa menjadi wadah edukasi emisi karbon untuk generasi muda.

Kampanye JTZ yang mengusung tagar #BirukanLangit banyak diaplikasikan ke dalam tantangan-tantangan virtual yang unik yang memberikan pemahaman kepada generasi muda akan pentingnya mengurangi emisi karbon melalui kegiatan kecil dalam kehidupan sehari-hari. Peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan diberikan satu bibit pohon yang ditanamkan di hutan KMP.

Sejak pertama digulirkan, JTZ telah melakukan kolaborasi dengan  banyak komunitas yang memiliki visi misi yang sama,  antara lain bersama @imuralid dengan membuat mural #BirukanLangit di kota Sampit, membuat video musik Lestari bersama beberapa musisi ternama Indonesia, kampanye #BirukanLangit di kota-kota besar tempat penyelenggaraan Audax Indonesia, diskusi emisi karbon dan instalasi seni di Pos Bloc Jakarta &  JNMBloc Yogyakarta. (KS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Koramil 06/Lape Tebar 1.000 Bibit Pohon Asam di Wilayah Tandus

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com -  Koramil 1607-06/Lape, yang dipimpin oleh...

Event PGWAC 2024 di Sky Lancing Lombok Tengah Sukses Digelar

Lombok Tengah, Kabarsumbawa.com - Event Paragliding Accuracy World Cup...

Gabsi Sumbawa Gelar Open Tournament Bridge Howell

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi)...

Momen Idul Adha 1445 H, Polres Sumbawa Potong Puluhan Ekor Hewan Kurban

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Momentum di Hari Raya Idul...