Tangani PMK, Dinaskeswan Sumbawa Bentuk Tim Reaksi Cepat

Tangani PMK, Dinaskeswan Sumbawa Bentuk Tim Reaksi Cepat
H. Junaidi Kepala Disnakeswan Sumbawa

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah ditumukan di Kabupaten Sumbawa. Sejak pertama kali ditemukan, hingga saat ini, ratusan ternak di Kabupaten Sumbawa dinyatakan terjangit virus yang menyerang hewan berkuku genap itu.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa H. Junaidi, kepada wartawan membenarkan. Ia menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim reaksi cepat dalam rangka percepatan penanganan PMK.

“Tadi kami rapat internal, dan kami telah membentuk tim reaksi cepat di internal kami melibatkan seluruh ASN yang ada di Dinas, baik pegawai negeri maupun tenaga kontrak. Baik di Kabupaten maupun kecamatan,” jelasnya, Rabu (10/08/2022) di ruang kerjanya.

Baca juga:  Lahan Pengganti BBU Sering Segera Dinilai

Ia menerangkan, tim reaksi cepat tersebut akan melaksanakan berbagai tindakan penganan PMK. Pertama, meningkatkan Komunikasi,Informasi, dan Eedukasi (KIE) kepada masyarakat.

Kedua, melakukan pengobatan terhadap ternak yang sakit. Ketiga, vaksinasi ternak yang masih sehat, dan keempat, melakukan pemotongan bersyarat.

“Kita telah bentuk tim reaksi cepat diinternal kami. Kita terus bergerak memutus mata rantai penyebaran virus PMK,” ungkapnya.

Melalui kesempatan ini, ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak lagi melepas liarkan ternaknya. “Kita harap masyarakat juga berperan aktif. Kalau sudah tau ada penyakit ini, tenaknya jangan terlalu di lepas liarkan. Kita minta tolong,” pungkasnya.

Baca juga:  Over Kapasitas, Perlu Terobosan untuk Ganti Hukuman Penjara

Ia menambahkan, hingga 9 Agustus 2022 ini, total kasus PMK di Kabupaten Sumbawa sebanyak 305 ekor sapi dan 93 ekor korba. Dari jumlah tersebut, 125 orang sapi dinyatakan sembuh, 1 mati dan 4 pemotongan bersayarat.

Sementara untuk kerbau, dari jumlah kasus, 33 ekor dinyatakan sebuh dan 1 potong bersyarat. Sehingga, sisa kasus sebanyak 147 ekor sapi dan 59 ekor kerbau.

Ratusan kasus ini tersebar di beberapa Desa di tiga Kecamatan, yakni Desa Simu, Pemasar, dan Maronge di Kecamatan Maronge. Kemudian, Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara dan Desa Tengke Kecamatan Moyo Hilir. (KS/aly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.