Terapkan Teknologi, Produksi Garam Sumbawa Ditargetkan Meningkat

Date:

Ir.Dirmawan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa
Ir.Dirmawan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa

Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com – Kabupaten Sumbawa digadang menjadi sentra produksi garam, sehingga Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa merespon dengan program integrasi lahan. Sehingga produksi garam yang sebelumnya hanya 50 ton per musim per hektar, dapat meningkat menjadi 100 ton.

“2018 ini kita menginginkan Sumbawa menjadi sentra produksi garam. oleh kartena itu, kita punya program di tahun 2018 yakni Integrasi lahan. Ini bagaimana supaya kita dalam rangka meningkatkan produksi garam. Kalau dulunya secara tradisional tiap tambak garam hanya kapasitas produksi hanya 50 ton bisa meningkat menjadi 100 ton permusim. Perhektar 50 ton. Kalau dengan inetgrasi lahan nanytinya dengan beberapa sentuhan teknologi  dia bisa meningkat menjadi 100 ton perhektar pemusim,” kata Ir.Dirmawan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Sumbawa, kepada wartawan, Kamis (07/12).

Menurutnya, dalam integrasi lahan akan ada dukungan dan terapan teknologi, penataan jaringan, jalan, dan system perpergudangan. Untuk sementara, penerapan integrase lahan diterapkan di Labuhan Bontong Kecamatan Empang.

Setelah Labuhan Bontong, akan diterapkan juga di daerah lain yang memiliki potensi garam di Kabupaten Sumbawa. seperti Labuhan Bajo Kecamatan Empang, Labuhan Kuris Kecamatan Plampang, Gapit Kecamatan Empang dan di Kecamatan Alas.

Diungkapkan, produksi garam tersebut, nantinya akan dipasok ke pulau jawa. Sedangkan untuk kebutuhan garam di Kabuapen Sumbawa terpenuhi dengan harga Rp 1000 per kilogram. “Ini kita ada untuk pasokan pulau jawa, kebutuhan lokal kita sudah. Untuk harga garam saat ini masih bagus, Rp 1000 per kilo,” jelasnya.

Dijelaskan, untuk potensi lahan garam di Labuhan bontong diperkirakan antara 70 hingga 100 hektar, khusus untuk integrasi lahan. Sedangkan potensi untuk seluruh Kabupaten Sumbawa diperkirakan sekitar 3.500 hektar.

“Masuk teknologi. Semuanya akan dilatih. Input untuk sarana produksi akan diberikan, seperti Bio membran, sitem resi gudang, jalan saluran aklan dibenahi semua. Sehingga nantinya system integrasi olahan akan berjalan dengan baik. Saya kira ini kita bekerjasama dengan kementrian,” ujarnya. (ks/adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Pertamina & TCC Nipah Raih Penghargaan Kalpataru 2024

Lombok Utara, Kabarsumbawa.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus...

Pertamina Patra Niaga Salurkan Tambahan 266.140 Tabung LPG 3 kg di NTB Jelang Idul Adha

Mataram, Kabarsumbawa.com - Jelang Idul Adha, Pertamina Patra Niaga...

Semua Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di NTB Dipastikan Sesuai Standard

Mataram, Kabarsumbawa.com - Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan seluruh...

Agar Subsidi Tepat Sasaran, Warga NTB Wajib Tunjukan KTP Beli LPG 3 Kg

Mataram, Kabarsumbawa.com - Pertamina Patra Niaga terus berusaha meningkatkan...