iklan caleg
Peristiwa

Salah Satu Pemancing Terserat Ombak di Pantai Orong Bukal Ditemukan, Begini Kondisinya

Avatar photo
×

Salah Satu Pemancing Terserat Ombak di Pantai Orong Bukal Ditemukan, Begini Kondisinya

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban // Sumber : Media Humas SAR

Lombok Barat, Kabarsumbawa.com – Satu dari 2 orang pemancing yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Orong Bukal, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Tengah, akhirnya ditemukan.

Korban yang berhasil ditemukan diketahui bernama Muslimin (20). Berikut kondisi korban saat ditemukan.

IKLAN PERTAMINA
banner 325x300

Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi, dalam rilis yang diterima media ini, Senin (23/07/2023) pagi mengatakan, Muslimin merupakan salah satu pemancing yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Orong Bukal, Sabtu (22/07/2023) kamarin.

Tim gabungan yang diterjunkan melakukan pencarian berhasil menemukan salah seorang korban, bernama Muslimin. Korban sebelumnya memancing di lokasi bersama temannya, Saefuddin (20) yang kini masih dalam pencarian.

Dikatakan, Muslimin ditemukan sekira pukul 12.10 wita pada kedalaman sekitar 10 meter. Ia ditemukan di dasar laut dalam kondisi telah meninggal dunia.

“Ditemukan pukul 12.10 Wita di kedalaman sekitar sepuluh meter dalam keadaan telah meninggal dunia,” kata Wahyu.

Korban kemudian dievakuasi ke pinggir pantai. Jasad korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Dusun Blongas, Desa Persiapan Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, untuk dimakamkan.

“Sudah kita serahkan kepada pihak keluarga,” imbuhnya.

Sekentara pencarian terhadap korban lain masih berlanjut. Diharapkan, korban serega ditemukan.

“Pencairan korban atas nama Saefuddin masih berlanjut. Semoga segera ditemukan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pencarian terhadap dua pemancing tersebut melibatkan tim gabungan dari unsur rescue Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Garda Muda, The Real, nelayan, dan warga setempat. (KS)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *