Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa Ir. Syarafuddin Jarot mengajak seluruh elemen masyarakat terkhusus pelaku usaha, baik usaha besar, menengah, kecil, maupun mikro, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang lengkap dan benar kepada petugas sensus.
Hal ini disampaikan oleh bupati membuka kegiatan Pencanangan dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (30/6/2026) kemarin.
“Partisipasi aktif masyarakat akan sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Karena itu, mari kita bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” ajaknya.
Menurut bupati, keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada kejujuran masyarakat dalam memberikan informasi. Data hanya dapat dikatakan akurat apabila responden menyampaikan kondisi yang sebenarnya. Semua data yang dihimpun melalui Sensus Ekonomi bertujuan untuk menggambarkan kondisi ekonomi masyarakat secara nyata. Data tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi pembangunan daerah maupun nasional.
“Perencanaan pembangunan yang berkualitas hanya dapat diwujudkan apabila didukung oleh data yang akurat, valid, dan konsisten,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa kualitas data dari setiap daerah akan berkontribusi terhadap kualitas data di tingkat provinsi hingga nasional. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, memperkuat pemberdayaan UMKM, mendorong investasi daerah, membuka lapangan kerja yang lebih luas, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mempercepat terwujudnya Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya menjadi keberhasilan BPS, melainkan keberhasilan bersama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat dalam menyediakan data yang akurat demi mendukung pembangunan Kabupaten Sumbawa.
Ia menjelaskan bahwa BPS secara berkala menyelenggarakan tiga sensus besar, yaitu Sensus Penduduk yang dilaksanakan setiap tahun berakhiran nol, Sensus Pertanian setiap tahun berakhiran tiga, dan Sensus Ekonomi setiap tahun berakhiran enam. Sensus Ekonomi 2026 merupakan pelaksanaan sensus yang kelima sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986, jelasnya.
Melalui Sensus Ekonomi, pemerintah akan memperoleh gambaran mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha, perkembangan ekonomi digital, hingga potensi ekonomi hijau. Data tersebut diharapkan menjadi referensi penting dalam merumuskan berbagai kebijakan dan program pembangunan ekonomi yang lebih efektif.
Lebih lanjut, kepala BPS berharap masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar.
“Kejujuran responden merupakan kunci utama dalam menghasilkan data yang berkualitas. Pendataan akan mencakup seluruh jenis usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga usaha besar,” pungkasnya. (KS)









