Kabarsumbawa.com – Presiden secara resmi melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran kepemimpinan Badan Gizi Nasional. Keputusan diambil oleh presiden ini, berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi terhadap suluruh kinerja kabinet termasuk BGN.
“Tentu di dalam proses evaluasi tersebut, bapak presiden mendengarkan berbagai masukan dari berbagai pihak, baik kementerian terkait, masyarakat, maupun penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis yang dilaksanakan oleh BGN,” ungkap Menteri Sekretariat Negara Republik Indonesia (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan pers yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (02/06/2026) tadi malam.
Pada kesempatan tersebut, Mensesneg didampingi oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Selasa (03/06/2026) malam.
Lebih lanjut dijelaskan, berkenaan dengan hal tersebut, selama kurang lebih 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian kepemimpinan BGN.
Adapun kepemimpinan yang diganti oleh presiden yakni, Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, Lodewyk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, dan Sony Sonjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
“Tentu disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini di dalam membangun pondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional,” ungkapnya.
Selanjutnya, Presiden menjunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yanh baru didampangi oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono juga sebagai Wakil BGN yang baru.
“Kepada tiga pimpinan yang baru untuk segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, dan tentu saja memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten kota. Serta, memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.
Diharapkan, kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya meningkatkan kualitas gizi, kesehatan dan Sumber Daya Manusi Indonesia. (KS)









