iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Peringati Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas Tahun 2026

Avatar photo
×

Pemkab Sumbawa Peringati Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Pemkab Sumbawa Peringati Hari Otonomi Daerah dan Hardiknas Tahun 2026

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Wakil Bupati Sumbawa bertindak sebagai inspektur upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah yang dirangkaikan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Sumbawa, Senin (27/04/2026) kemarin.

Upacara yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, kepala dinas, serta para camat se-Kabupaten Sumbawa itu menjadi momentum refleksi bersama atas perjalanan dua dekade lebih era desentralisasi di Indonesia, sekaligus evaluasi atas capaian pendidikan di Bumi Samawa.

Dalam sambutannya, wabup menegaskan bahwa otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan dari pusat ke daerah. “Otonomi daerah hadir untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, membuka ruang inovasi, serta mendorong daerah agar lebih optimal dalam mengelola potensi yang dimiliki,” ujar Haji Ansori di hadapan para pejabat dan aparatur sipil negara.

Ia mengakui bahwa dalam perjalanannya, pelaksanaan otonomi daerah di Sumbawa telah melahirkan berbagai kebijakan inovatif, mulai dari percepatan layanan administrasi kependudukan hingga pengelolaan potensi pariwisata dan kelautan yang selama ini terpendam.

Lebih lanjut, Wakil Bupati yang akrab disapa Haji Ansori itu menyoroti peran vital pendidikan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era global. Menurutnya, peringatan Hardiknas tahun ini harus menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan semata.

“Pendidikan bukan sekadar proses belajar di kelas, tetapi juga tentang membentuk karakter, membangun kapasitas, serta menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan ke depan,” tambahnya.

Ia menggarisbawahi bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini tengah berada pada fase krusial dalam transformasi ekonomi dan sosial. Revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi menuntut generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya kritis, dan keterampilan adaptif. Karena itulah, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan keluarga menjadi keniscayaan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan yang signifikan, tapi tanpa dukungan para guru, orang tua, dan masyarakat, hasilnya tak akan optimal,” pungkasnya. (KS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *