Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerima Tim Ekspedisi Patriot dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Kamis (28/08/2025) pagi di Ruang Asistes I Setda Sumbawa.
Hadir pada kesempatan tersebut, Sekda Sumbawa Dr. H. Budi Prasetiyo, Kepala Disnakertrans Sumbawa Varian Bintoro beserta jajaran.
Varian Bintoro menjelaskan, kedatangan mereka ini merupakan bagian dari Program Kawasan Transmigrasi dari Kementerian Transmigrasi RI. Di mana, Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu dari 154 kabupaten/kota di Indonesia yang masuk dalam program tersebut.
Tim ekspedisi ini akan melakukan riset dan pendampingan di Kawasan Transmigrasi Labangka selama kurang lebih empat bulan, terhitung sejak akhir Agustus hingga pertengahan Desember 2025.
“Kawasan transmigrasi Labangka ini terdiri dari 8 desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Labangka dan Plampang. SP1, SP2, dan SP3 yang berada di Plampang masuk dalam kawasan ini,” sebut Varian.
Tim Ekspedisi Patriot dari ITS terdiri dari dua tim utama. Tim pertama dipimpin oleh Dr. Ir. Berlian Al-khindi S.ST., MT yang akan fokus pada aspek infrastruktur, sementara tim kedua yang dipimpin Hepi Hapsari Handayani ST., M.Sc., Ph.D, yang akan meneliti dan menganalisis pemberdayaan ekonomi serta pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi tersebut.
Selama di Sumbawa, ungkap Varian, tim akan tinggal di Desa Sukamulya, Kecamatan Labangka, dengan seluruh pembiayaan mandiri oleh tim. Varian menegaskan bahwa pihaknya bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait siap mendukung penuh kegiatan ini.
“Kawasan Labangka merupakan salah satu kawasan produksi strategis dalam RPJMD Kabupaten Sumbawa. Maka sektor perikanan, peternakan, pertanian, hingga pariwisata menjadi bagian penting dalam riset ini,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP, menyambut langsung kedatangan Tim Ekspedisi Patriot ITS di Sumbawa.
“Program ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan beberapa perguruan tinggi, salah satunya ITS. Konsep ‘kampus berdampak’ menjadi semangat utama dalam pengembangan kawasan transmigrasi,” ujar Sekda.
Ia menambahkan, riset ini akan fokus pada dua aspek utama yakni pembangunan infrastruktur dan penguatan komoditas unggulan. Hasil dari riset tersebut akan menjadi dokumen rekomendasi yang disampaikan ke kementerian terkait sebagai dasar pengembangan kawasan transmigrasi secara nasional.
Beberapa OPD yang dilibatkan dalam pendampingan riset ini antara lain Disnakertrans, Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Peternakan.
“Di akhir kegiatan, akan dihasilkan dokumen yang berisi rekomendasi penguatan infrastruktur serta strategi pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk pariwisata,” ujar Sekda.
Dengan hadirnya program Ekspedisi Patriot ini, Sekda berharap pengembangan kawasan transmigrasi di Sumbawa tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kementerian, namun juga melibatkan lintas sektor untuk mempercepat pembangunan wilayah transmigrasi secara berkelanjutan. (KS)













