Ratusan Ternak di Kabupaten Sumbawa Terjangkit PMK

Ratusan Ternak di Kabupaten Sumbawa Terjangkit PMK
Penanganan ternak terjangkit di Kecamatan Maronge // Sumber : Kepala Disnakeswan Sumbawa H. Junaidi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Ratusan ternak di Kabupaten Sumbawa terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Ratusan kasus ini, pertama kali ditemukan di Kecamatan Maronge.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dinsakeswan) setempat, H. Junaidi dihubungi melalui aplikasi berbagai pesan Whatsapp, Sabtu (06/08/2022) sore, membenarkan informasi tersebut.

Ia menjelasjan, awal terdeteksi ternak terjangkit PMK pada tanggal 26 Juli lalu di Desa Simu, Kecamatan Maronge. Kemudian dilakukan isolasi dan pengambilan sampel untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium di Denpasar.

“kemudian muncul lagi dibeberapa ternak lantas kemudian lakukan pengobatan dan ambil sampel. Dikirim ke denpasar hasilnya adalah dari 13 sampel yang diperiksa sebanyak 8 diantaranya positif dan 5 negatif,” jelasnya.

Baca juga:  Dikes Bantah Ada Penyakit Aneh di Langam

Atas temuan ini lanjunya, telah dilakukan pertemuan dengan pemilik ternak untuk mendiskusikan penanganannya. Kemudian disepakati untuk menghindari penularan, maka ternak dari Desa Simu diisolasi. Kemudian, pengetatan lalulintas ternak, baik masuk maupun keluar Desa Simu dan Pemasar. Terhadap yang terpapar, dilakukan pengawasan dan pengobatan. Sementara yang tidak terpapar, dilakukan vaksinasi.

“Karena tadi malam datang hasil labnya yang dinyatakan positif. Sesuai arahan petunjuk, supaya bagaimana tidak meluas. Pemilik ber KTP Pemasar, tapi pemeliharannya di Desa Simu. Berkembang banyak yang tadi lebih 100 di Desa Simu. Sekarang kondisinya 70 persen sudah membaik,” terangnya.

Baca juga:  Tasyakuran Harlah ke-59 Sumbawa, Ustad Fikri Haikal Ajak Masyarakat Sumbawa Bangun Mental Dan Akhlak

Lebih lanjut, pihaknya telah membentuk 2 tim untuk penanganan PMK. “pertama tim vaksinasi khusus di wilayah zona dianggap hijau di Desa Simu dan zona merah di Desa Simu untuk melakukan pengobatan. Tim ini tidak boleh bertukar. Pengobatan bagi yang terpapar dan vaksinasi bagi yang sehat, kemudian melakukan disifektan di kandang,” pungkasnya. (KS/aly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.