Politik & Pemerintahan

Ini Alasan Bapenda Mengapa Pasar Brang Bara Belum Dapat Digunakan

Avatar photo
×

Ini Alasan Bapenda Mengapa Pasar Brang Bara Belum Dapat Digunakan

Sebarkan artikel ini
Pasar Moderen Brang Bara
Pasar Moderen Brang Bara
Pasar Moderen Brang Bara
Pasar Moderen Brang Bara

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com -Bangunan Pasar Induk Brang Bara telah rampung 100 persen, namun hingga hari ini Bapenda selaku pihak pengelola pasar tersebut belum memberikan kepastian waktu terkait kapan pasar Brang Bara dapat dimanfaatan oleh pedagang.

Terkait hal tersebut, Kabid Pasar Bapenda Kabupaten Sumbawa Arif Alamsyah, kepada Kabarsumbawa.com,Selasa (13/02/2018) di ruang kerjanya mengatakan, bahwa ada sejumlah kendala mengapa Pasar moderen Brang Bara belum bisa dimanfaatkan oleh pedang.

IKLAN PERTAMINA
banner 325x300

Yang pertama paparnya, belum tersedianya Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).  Karena pasar tersebut adalah pasar rakyat yang akan menampung seluruh komoditas, sehingga keberadaan IPAL menjadi sangat penting untuk mendukung kondisi pasar yang bersih yang bisa menjadi icon pasar percontohan di Kabupaten Sumbawa.

Hal ini sejalan dengan apa yang menjadi keluhan dan masukan dari masyarakat. Yang meminta agar pasar Brang Bara paparnya, jadi pasar harus menjadi pasaryang bersih, sehingga akan menjadi pasar percontohan.

“tentu apa yang menjadi harapan masyarakat tidak akan terwujud, ketika pasar Brang Bara belum memiliki IPAL. Jadi kami rencanakan dapat membangun IPAL ini dalam waktu dekat,” katanya.

untuk waktu pembuatan IPAL, Menurutnya kemungkinan pembangunannya akan memakan waktu, sebab pembangunan IPAL tidak direncanakan di awal tahun. Sehingga harus menunggu perubahan anggaran atau bisa dipercepat dengan mekanisme pergeseran anggaran. Sehingga yang ditunggu adalah sisa pelelangan.

Sehingga alternatifnya ada dua jika pasar harus diaktifkan saat ini. Alternatif pertama apakah pasar Brang Bara diaktifkan sekarang dengan Konsekuensi pembatasan komoditas. Kemudian alternatif kedua, pedagang bisa dimasukkan semuanya meskipun IPAL belum ada, dengan konsekuensi limbah basah tersebut ditampung baru kemudian dibuang. Tetapi itu dirasa lebih berat.

“Artinya pedagang pangan basah seperti ikan dan daging, diatur belakangan. Karena sumber limbahnya dari pedagang pangan basah”, ujarnya.

Kendala kedua lanjutnya, masalah penataan halaman pasar yang dijadikan tempat parkir. Dan saat ini juga masih digunakan sebagai selter angkutan pedesaan.

“Jadi kami sudah koordinasi dengan Dishub. Sementara belum ada solusi atau belum ada perencanaan lainnya dari dinas perhubungan. Jadi Halaman Pasar Brang Bara tetap difungsikan sebagai selter untuk sementara. Sebab itu akan mendukung juga ramainya pasar Barang Bara nantinya,” terangnya.

Selain berkoordinasi dengan Dishub, Bapenda juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah OPD lainnya, termasuk Dinas Kesehatan agar Pasar Brang Bara bisa dijadikan binaan pasar sehat. Ini agar Pasar Brang Bara betul-betul menjadi pasar yang bersih dan sehat. (KS/aly)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *