Hingga Oktober 2017, Tercatat 35 Kasus Ibu Hamil Positif Hepatitis

Date:

ilustrasi Kasus Ibu Hamil Positif HepatitisSumbawa Besar, Kabar Sumbawa – Hingga Oktober 2017, hingga Oktober 2017 tercatat 25 kasus ibu hamil positif hepatitis dari RSUD Sumbawa dan RS. HL Manambai Abdul Kadir. Sedangkan 2016, dari dua rumah sakit tersebut tercatat ditemukan 50 kasus ibu hamil positif hepatitis. Demikian ditetaskan Agung Riyadi, Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan Dikes, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (09/10).

Sejauh ini, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, masih berkonsentrasi untuk mengamati dan memantau penyebaran Hepatitis pada ibu hamil. Meski demikian, namun masyarakat umum juga tetap diperhatikan.

“Konsentrasi kami pada ibu hamil, masyarakat umum juga tetap diperhatikan. Tapi prioritas di ibu hamil,” katanya.

Menurutnya, bila ditemukan kasus ibu hamil positif terinfeksi ibu hamil, maka tindakan prioritas yakni mengamankan bayi. Sebelum 12 jam sejak lahir, bayi diberikan HBIG – Imunisasi khusus bayi, dan diberikan imunisasi hepatitis sebelum 24 jam dari waktu kelahiran. Tindakan tersebut diambli sebagai upaya pencegahan dari terinfeksi hepatitis.

“Setelah itu bayi ini akan kita amati sampai usia satu setengah tahun. Dalam kurun waktu itu baru bisa dideteksi positif tidaknya terinfeksi hepatitis. Sebab saat baru lahir, selain masih simpan kekebalan dari ibu, kita berikan tambahan untuk rangsang anti bodi tubuhnya,” ujarnya.

Menurutnya, penularan hepatitis berpotensi paling cepat dibandingkan dengan penyakit menular lainnya. Sebab, penyakit tersebut dapat menyebar lewat seluruh cairan tubuh, misalnya air liur, keringat, ludah, air kencing dan kelamin.

Ia mengakui, dari jumlah kasus yang ditemukan, masih ada kasus yang tidak tercatat di Kabupaten Sumbawa, misalnya dari proses dan persalinan yang tidak melalui tenaga medis dan fasilitas medis resmi. Ibu hamil positif hepatitis mendapatkan perlakuan berbeda dari ibu hamil lainya, misalnya proses kelahiran yang terencana.

Dijelaskan, penyakit yang belum ditemui penangkalnya tersebut, akan menyerang organ utama tubuh bagian dalam yakni hati, untuk mengurangi fungsi hati. Dan dapat menyebabkan kanker pembengkakan hati dan kanker hati. (ks/adm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Pelayanan CT Scan RSUD Sumbawa Dialihkan ke RSMA

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Pelayanan Computed Tomography Scan atau...

Pembangunan Lanjutan RSUD Sumbawa Segera Dikerjakan

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum...

Jumlah Peserta PBI Kabupaten Sumbawa Meningkat Setelah UHC

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Universal Health Coverage (UHC) merupakan...

IND 2024, PPNI Apresiasi Dedikasi Perawat di KSB

Sumbawa Barat, Kabarsumbawa.com - International Nurses Day (IND) atau...