JOIN NTB Sesalkan Pengusiran Wartawan Di Stikes Yarsi

Date:

JoinMataram, Kabarsumbawa.com – Seperti diberitakan sejumlah media, tiga orang wartawan yang tengah melakukan peliputan yakni Amrin wartawan Metropol, Hari Kasidi (MNC TV) dan Boim (Radar Lombok) mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dan diusir saat melakukan liputan oleh panitia Pra Ospek Stikes Yarsi Mataram.

Pengusiran terhadap tiga wartawan yang dilakukan Panitia Pra Ospek Stikes Yarsi Mataram, Rabu (6/9) sangat disesalkan.

Menurut Amrin, pihaknya melakukan liputan ke kampus tersebut guna melihat dari dekat kegiatan yang sebelumnya ada laporan salah satu orang tua mahasiswa baru, yang mengeluhkan sikap panitia ospek yang mewajibkan mahasiswa baru membawa sembako berupa beras 1kg/orang, minyak goreng 1 kg/orang, susu dan pupuk organik 5 kg/orang selama tiga hari.

” Kebijakan ini dinilai memberatkan, jadi kami bertiga mendatangi pihak kampus untuk mengklarifikasi kebenaran yang dikeluhkan oleh salah satu orang tua mahasiswa baru, namun pada saat kami mengambil gambar,¬† panitia yang dikomandoi oleh Yuspia menanyakan keperluan wartawan datang ke lokasi sembari melarang wartawan mengambil gambar hingga berujung pengusiran dan perlakuan yang tidak menyenangkan,” ujar Amrin.

Terkait hal ini, Jurnalis Online Indonesia (Join) Nusa Tenggara Barat, mengecam tindakan arogan tersebut, terlebih ditengah kehidupan yang dituntut keterbukaan publik saat ini.

Ketua DPW Join NTB, Indra Irawan LM,S.Kom mengingatkan pihak terkait, jika wartawan dalam melaksanakan tugas memiliki aturan dan kode etik serta diatur oleh UU Pers.

” Jadi jangan sembarangan, harusnya difasilitasi rekan pers ini dengan baik, gak mungkinlah wartawan datang liputan kalau tidak memiliki maksud dan tujuan, dibelakang Pers ini ada rakyat yang menuntut keterbukaan informasi,” tandas Indra.

Ditegaskan Indra lagi, kalau menghalangi kinerja Pers sama dengan melawan hukum, dimana aturannya jelas dalam UU Pers bila sengaja melakukan tindakan menghambat atau  menghalalangi pelaksanaan kerja jurnalistik, dapat dipidana dengan ancaman penjara paling lama 2 tahun, atau denda paling banyak 500 juta.

” Sebaliknya jika kegiatan yang bersifat rahasia dan tertutup dan tidak diperbolehkan wartawan meliput, wartawan akan memaklumi, begitu juga ketika ada pemberitaan yang merugikan ada aturan mainnya, silahkan gunakan hak jawab, jadi intinya komunikasilah dengan baik, jangan bersikap arogan apalagi pengusiran sama halnya menghalangi
kinerja pers.”ujar Indra.

Atas kejadian ini, Indra menekankan kepada pihak Stikes Yarsi Mataram meminta maaf secara terbuka atas perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut, karena dinilai sangat merendahkan fungsi Pers.

” Apabila secara baik baik tidak ada penyelesaiam, maka langkah hukum ya silahkan ditempuh,” demikian pungkas Indra Irawan LM, S.Kom Ketua DPW Join NTB.*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Dua Instruktur BLK Sumbawa Juara KKIN IX Regional Wilayah Barat 3, Satu Tembus Nasional

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Prestasi gemilang diraih oleh Dua...

Pelayanan CT Scan RSUD Sumbawa Dialihkan ke RSMA

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Pelayanan Computed Tomography Scan atau...

Wabup Beri Penjelasan Kasus Pengadaan Masker yang Seret Namanya

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Kasus dugaan korupsi pengadaan masker...

Pemkab Sumbawa Pastikan Pengadaan Lahan Samota Tidak Sia-Sia

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah melakukan...