Sumbawa Besar, Kabar Sumbawa—Anggota Komisi II DPRD Sumbawa, Salamuddin Maula menilai ada oknum yang bermain dibalik menjamurnya bisnis toko berjejaring di Kabupaten Sumbawa. Dalam tahun 2016 ini saja tidak kurang dari puluhan toko berjejaring yang baru selesai dibangun di Sumbawa, padahal Komisi II DPRD Sumbawa pernah mengajukan rekomendasi kepada Bupati Sumbawa terkait revisi Peraturan Bupati yang mengatur tentang toko berjejaring. Namun pada kenyataannya bisnis tersebut semakin menjamur di Kabupaten Sumbawa. “Saya menduga ada oknum yang bermain dibalik terbitnya ijin-ijin took berjejaring tersebut,” kata Jalo sapaan politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.
Dikatakan, adanya pendapat yang mengatakan bahwa keberadaan toko berjejaring (baik Alfamart maupun Indomart) mengindikasikan kemajuan sebuah daerah, anggapan tersebut justru salah. Sebab keberadaan toko berjejaring dapat membuat kondisi daerah menjadi terpuruk ekonominya. “Di Sumatera Barat daerahnya Chaerul Tanjung tidak ada alfamart maupun Indomart, Kabupaten Bantul (DIY) juga tidak ada, demikian juga di Kabupaten Lombok Utara karena keberadaannya tidak menguntungkan masyarakat,” ujar Salamuddin.
Menurutnya, pihaknya melalui Komisi II pernah mengajukan kepada Bupati Sumbaw untuk mencabut Peraturan Bupati (Perbup) tentang toko berjejaring untuk segera dilakukan revisi, bahkan menginisiasi lahirnya perda yang mengatur tentang toko berjejaring (Toko Modern). “Kalau ada yang mengatakan keberadaan toko berjejaring banyak manfaatnya bagi masyarakat, itu adalah kaki tangannya kapitalis dengan alasan era MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), omong kosong itu, kami minta Bupati peka dengan kondisi ini,” tandasnya.
Anggota Komisi II lainnya, Berlian Rayes, SAg menambahkan, keberadaan toko berjejaring dinilainya belum bisa memberikan nilai tambah terhadap penyerapan tenaga kerja, berapa banyak tenaga kerja yang terlibat dalam bisnis ini, bahkan sampai sekarang belum ada kantor distribusi barang yang dibangun di Sumbawa,
Selian itu janji untuk menampung produk lokal juga belum maksimal, sehingga pihaknya berharap kepada pemerintah konsisten dengan program membantu menghidupkan UMKM, “Orang lokal bisa dagang, bicara ekonomi pemerintah juga tidak mendapat konstribusi dari keberadaan Alfamart dan Indomart, karena uang dibawa keluar Sumbawa,” tandas Berlian. (KS/YD)