PNS dan Kades Dilarang Keras Hadiri Kampanye

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – Masa kampanye terbuka Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah dimulai 16 maret lalu. Genderang kampanye di tengah-tengah masyarakat oleh para calon wakil rakyat dari partai politik (parpol) mulai ditabuh. KPU Sumbawa meminta kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan kepala desa (kades) tidak terlibat dalam kampanye maupun kegiatan lainnya di parpol.
Demikian ditegaskan Ketua Divisi Tekhnis dan Data Pemilu KPU Sumbawa, Sudirman S.Ip kemarin 25/03/2014. Sudirman mengatakan, PNS dan kepala desa (Kades) dilarang keras menghadiri kampanye yang dilaksanakan partai politik dan caleg. larangan keterlibatan PNS dan kades dalam kegiatan parpol telah ditegaskan dalam UU No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilu Legislatif, dan Peraturan KPU No. 15 Tahun 2013 tentang Tatacara Kampanye. Pemilu Legislatif.

Baca juga:  Sumbawa Tunggu Penyaluran Peralatan Labkesmas dari Pusat

Jika ditemukan PNS dan kades terlibat dalam kampanye parpol dan caleg dapat dikenakan sanksi tindak pidana pemilu (tipilu). “PNS dan kades harus menunjukkan netralitasnya dalam pelaksanaan Pemilu,” ucap Sudirman.

Menurut Sudirman, untuk mengetahui program dan visi misi yang diusung caleg maupun parpol, tidak harus menghadiri kampanye atau terlibat menjadi juru kampanye. PNS dan Kades dapat mengetahuinya dengan menggunakan sarana yang ada yaitu melalui media cetak dan elektronik, website, sosialisasi, maupun melihat langsung sejumlah atribut yang terpasang di sejumlah tempat dan lokasi strategis. (*)

Baca juga:  Pemkab Sumbawa Ambil Langkah Strategis Hadapi Panen Raya Jagung