iklan caleg
KesehatanPolitik & Pemerintahan

Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Campak

Avatar photo
×

Masyarakat Diminta Waspada Penyakit Campak

Sebarkan artikel ini
Sarip Hidayat

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap penularan penyakit campak, meski saat ini masih belum ditemukannya penularan di wilayah setempat.

Kasus penyakit campak di Indonesia kembali meningkat tajam pada tahun 2025 hingga kini. Namun, di Kabupaten Sumbawa kasus masih nihil. Masyarakat diminta melapor dan berobat jika ada gejala yang menyerupai campak.

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus morbillivirus. Satu penderita dapat menularkan penyakit ini kepada 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan tubuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Sarip Hidayat, mengatakan virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan ruangan. Hal ini menunjukkan betapa mudah dan cepatnya penyakit ini menyebar jika tidak dicegah dengan baik.

“Gejala awal campak sering kali mirip flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Beberapa hari kemudian muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh,” ujarnya saat ditremui media ini di rung kerjanya pada Senin, (13/04).

Sarip menambhakan jika tidak segera ditangani, campak dapat menimbulkan komplikasi berbahaya seperti pneumonia, diare berat, infeksi telinga, hingga radang otak.

“Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala campak sejak dini dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika memiliki gejala seperti campak,” tegasnya.

Ia menekankan peningkatan kasus campak salah satunya dipicu oleh menurunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.

“Vaksin campak atau MR (Measles-Rubella) seharusnya diberikan pada anak usia 9 bulan untuk dosis pertama dan usia 18 bulan untuk dosis kedua. Namun, angka cakupan vaksinasi mengalami penurunan, sehingga banyak anak tidak memiliki kekebalan tubuh yang memadai terhadap penyakit ini,” jelasnya.

Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga kesehatan keluarga. Anak-anak harus diberi asupan gizi yang cukup, vitamin A sesuai jadwal dan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *