iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Wabup Sumbawa Harapkan Kolaborasi dengan UNICEF Jadi Langkah Percepatan Penurunan Stunting

Avatar photo
×

Wabup Sumbawa Harapkan Kolaborasi dengan UNICEF Jadi Langkah Percepatan Penurunan Stunting

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – United Nations Children’s Fund (UNICEF) memiliki beberapa program di Kabupaten Sumbawa, salah satunya di bidang kesehatan. Organisasi kemanusiaan ini, hadir di Kabupaten Sumbawa dengan programnya di bidang Kesehatan khususnya Program Percepatan Perbaikan Gizi di Kabupaten Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd., berharap, kerja sama dan kolaborasi dengan UNICEF ini menjadi salah satu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa menuju Generasi Sumbawa Gemilang Berkeadaban.

IKLAN PERTAMINA
banner 325x300

“Semoga nantinya program-program UNICEF bisa membantu program pembangunan di Tana Intan Bulaeng,” harap wabup saat mengikuti audiensi dengan perwakilan UNICEF, Jumat (22/03/2024) pagi di Lantai I Kantor Bupati Sumbawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, menjelaskan, UNICEF hadir di Kabupaten Sumbawa melalui berbagai program di bidang kesehatan, antara lain, Tahun 2020 Aksi Bergizi melalui peningkatan kapasitas Guru, TP UKS Kabupaten, dan tenaga Kesehatan untuk meningkatan cakupan program gizi remaja di sekolah melalui pemberian edukasi gizi dan Kesehatan, Pemberian Tablet tambah Darah, dan sarapan bersama.

“Tahun 2021-2024 Aksi Bergizi terintegrasi dalam Program Sekolah Madrasah Sehat melalui peningkatan kapasitas Guru, TP UKS Kabupaten, dan tenaga Kesehatan dalam upaya meningkatan Upaya Kesehatan Sekolah/Madrasah,” ujarnya.

Diterangkan, pada Tahun 2021 Pelatihan Kapasitas Tim Asuhan Gizi Puskesmas dalam Pengelolaan. Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT). Tahun 2022 Program Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT) melalui Pendekatan LILA Keluarga dan PAUD HI (Deteksi Dini Balita Wasting (Kurang Gizi) melalui pengukuran LILA Keluarga dan PAUD HI/Pendidikan Anak usia Dini Holistik Terintegratif) yang mengambil Lokus di Daerah Lokus Stunting. Tahun 2022 yaitu Puskesmas Labuhan Badas Unit I di Desa Labuhan Sumbawa.

Selanjutnya, Program Deteksi Dini Balita Wasting melalui pengukuran Lingkar Lingkar Lengan Atas (LILA) ini merupakan suatu pendekatan pencegahan dan tata laksana gizi buruk yang terdiri dari 4 komponen, yaitu mobilisasi masyarakat, tata laksana balita gizi buruk tanpa komplikasi medis di layanan rawat jalan, tata laksana balita gizi buruk dengan komplikasi medis di layanan rawat inap dan pemberian konseling dan/atau makanan tambahan untuk balita gizi kurang.

“Penggunaan Lingkar lengan Atas (LILA) merupakan cara sederhana dan mudah yang dapat dilakukan oleh masyarakat awam, sangat sensitive dalam menentukan balita gizi kurang dan gizi buruk, serta alat yang dipergunakan berupa Pita LILA yang harganya terjangkau,” jelasnya.

Lebih lanjut kadis, dalam program tersebut dilakukan berbagai kegiatan yaitu Pelatihan bagi tenaga Kesehatan, Kader, dan Ibu Balita untuk meningkatkan kapasitas dalam pengukuran LILA. Penggerakkan keluarga/Ibu balita merupakan upaya pemberdayaan Masyarakat di Tingkat keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat dalam deteksi dini balita kurang gizi (Wasting). Balita Wasting memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk mengalami stunting sehingga upaya deteksi dini melalui pengukuran LILA menjadi sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Melalui posyandu keluarga sebagai center of education diharapkan semua pihak dapat turut serta melakukan Upaya kongkrit untuk menjawab persoalan ini. Mobilisasi masyarakat dalam Pengelolaan Gizi buruk diharapkan semua pihak dapat melakukan penapisan balita dan mendampingi proses penangan kasus hingga pulih, hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan kemampuan dan pengetahuan tokoh masyarakat, kader dan keluarga disamping tentunya tenaga Kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan, pemantauan dan rehabilitasi kasus gizi buruk/gizi kurang,” pungkasnya. (KS)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *