Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Wakil Bupati Sumbawa Drs. Mohamad Ansori mengajak semua pihak untuk mendukung sukseskan Seksus Ekonomi Tahun 2026 yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Mei hingga Agustus mendatang.
Menurut wabup, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda statistik nasional, melainkan fondasi utama untuk mewujudkan visi “Sumbawa Maju”. Data ekonomi yang akurat, mutakhir, dan terpercaya akan menjadi peta jalan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan, menarik investasi, serta mengembangkan potensi unggulan daerah.
“Sensus Ekonomi 2026 ini adalah ‘kunci pembuka’ bagi kita untuk melihat secara utuh denyut nadi perekonomian Sumbawa. Mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga korporasi besar. Tanpa data yang valid, kita seperti berjalan dalam kabut. Karena itu, saya ajak seluruh elemen masyarakat, terutama pelaku usaha dan penggiat ekonomi, untuk berpartisipasi aktif,” ujar Mohamad Ansori dengan tegas.
Orang nomor dua di lingkup Pemkab Sumbawa itu menjelaskan bahwa sensus kali ini memiliki tiga tujuan strategis. Pertama, menyediakan data struktur ekonomi terkini hingga level desa/kelurahan. Kedua, menyusun direktori aktif pelaku usaha yang akan menjadi sampel survei-survei ekonomi BPS hingga 2031 mendatang. Ketiga, menyediakan parameter untuk mengukur kontribusi ekonomi baru, seperti ekonomi digital dan usaha ramah lingkungan yang saat ini tumbuh pesat di Sumbawa.
Wakil Bupati yang akrab disapa H. Ansori itu juga tidak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama menjangkau pelaku usaha informal di sektor pariwisata, pertanian, dan perdagangan keliling. Namun, ia optimistis dengan kerja sama antara petugas sensus (pencacah) yang kompeten dari BPS, perangkat desa, serta kesadaran masyarakat, target pendataan bisa melampaui ekspektasi.
“Jangan takut atau enggan didata. Data BPS dijamin kerahasiaannya sesuai undang-undang. Justru, dengan ikut serta, usaha Bapak/Ibu akan terdata secara resmi. Ini membuka peluang akses permodalan, bantuan pemerintah, hingga pelatihan UMKM. Jangan sampai usaha kita tidak terakui hanya karena enggan disensus,” imbaunya. (KS)









