PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) UNTUK PREDIKSI CURAH HUJAN TAHUN 2024 DI KABUPATEN SUMBAWA

Date:

Oleh: Hayatun Nufus, Romi Aprianto, M.Sc., Syarif Fitriyanto, M.Pd.

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Perubahan iklim dan deforestasi telah mempengaruhi pola curah hujan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh The Guardian, terdapat korelasi yang jelas antara deforestasi dan penurunan curah hujan di tingkat regional. Hal ini disebabkan oleh peran penting pohon dalam siklus air, di mana mereka menyerap air tanah dan melepaskannya ke atmosfer melalui proses yang disebut transpirasi. Ketika hutan dihapus, sumber kelembaban penting ini hilang, mengakibatkan penurunan kelembaban lokal dan berpotensi mengurangi curah hujan.

Di sisi lain, perubahan iklim telah mempengaruhi pola presipitasi di seluruh dunia. Menurut NASA, model iklim saat ini menunjukkan bahwa peningkatan suhu akan memperkuat siklus air bumi dan meningkatkan penguapan. Peningkatan penguapan ini akan menghasilkan badai yang lebih sering dan intens, tetapi juga akan berkontribusi pada pengeringan di beberapa area daratan. Akibatnya, area yang terkena dampak badai kemungkinan akan mengalami peningkatan presipitasi dan risiko banjir yang lebih besar, sementara area yang jauh dari jalur badai kemungkinan akan mengalami presipitasi yang lebih sedikit dan risiko kekeringan yang lebih besar.

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) khususnya Artificial Neural Network (ANN) untuk memprediksi curah hujan di Kabupaten Sumbawa menjadi sangat relevan dan penting. ANN telah terbukti efektif dalam memprediksi curah hujan berdasarkan data historis. Dengan memanfaatkan data historis curah hujan di Kabupaten Sumbawa dari tahun 2000 hingga 2023, ANN dapat membantu memahami pola curah hujan dan memberikan prediksi yang akurat untuk tahun 2024. Prediksi ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat setempat dalam merencanakan dan menyiapkan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim dan deforestasi. Selain itu, prediksi ini juga dapat membantu dalam pengelolaan sumber daya air dan perencanaan pertanian di Kabupaten Sumbawa.

Oleh karena itu, inovasi ini tidak hanya unik tetapi juga sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Sumbawa. Inovasi ini berbentuk model Artificial Neural Network (ANN) atau Jaringan Syaraf Tiruan (JST) yang dirancang untuk memprediksi curah hujan. Model ini akan dilatih menggunakan data historis curah hujan di Kabupaten Sumbawa dari tahun 2000 hingga 2023. Model ANN ini dilatih menggunakan algoritma backpropagation, yang secara iteratif menyesuaikan bobot dalam jaringan untuk meminimalkan kesalahan prediksi. Setelah model dilatih, ia dapat digunakan untuk memprediksi curah hujan di Kabupaten Sumbawa untuk tahun 2024.

Dengan demikian, bentuk inovasi ini adalah model ANN yang kompleks dan canggih, dirancang untuk memprediksi curah hujan dengan akurasi tinggi berdasarkan data historis. Inovasi ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan deforestasi. Dengan memanfaatkan teknologi AI seperti ANN, kita dapat membantu masyarakat dan pemerintah setempat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan deforestasi. (KS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

iklan DPRD iklan caleg

Populer

More like this
Related

Indosat Berkah Ramadan 2024 : Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau...

24 Kecamatan di Kabupaten Sumbawa Terjangkau Sinyal Seluler dan Internet

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa...

Indosat Ooredoo Hutchison Catatkan Momentum Pertumbuhan Yang Solid Di Seluruh Lini Bisnis

Jakarta, Kabarsumbawa.com – Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT) ("Indosat",...

Masyarakat Sumbawa Kini Bisa Nikmati Internet Cepat 24 Jam dengan IM3

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com - Dalam komitmennya untuk terus memberikan...