iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Ingatkan Pemda Soal Wacana Mall di Pasar Seketeng, Gahtan: Jangan Sampai Korbankan Pedagang

Avatar photo
×

Ingatkan Pemda Soal Wacana Mall di Pasar Seketeng, Gahtan: Jangan Sampai Korbankan Pedagang

Sebarkan artikel ini
Gahtan Hanu Cakita

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Wacana pembangunan pusat perdagangan modern atau mall di Pasar Seketeng mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa, Gahtan Hanu Cakita.

​Pembangunan mall tersebut diwacanakan setelah aktivitas pasar tradisional Seketeng nantinya dipindahkan ke lokasi baru yang dinilai lebih representatif. Namun, menurut Gahtan, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak boleh gegabah dalam mengambil keputusan relokasi tersebut. Pemda dinilai harus mempertimbangkan berbagai aspek secara matang, termasuk potensi penurunan nilai objek tanah dan bangunan bagi para pedagang.

Ia menjelaskan bahwa para pedagang di Pasar Seketeng memiliki hak guna atas kios maupun lapak yang ditempati saat ini. Secara otomatis, jika relokasi dilakukan, nilai ekonomi objek tanah dan bangunan yang berlokasi di jantung kota akan jauh berbeda dibandingkan dengan lokasi baru di pinggiran kota.

​”Saya dari kecil main dan besar di Pasar Seketeng. Jadi saya bisa merasakan keresahan para pedagang yang ada di sana terhadap wacana ini,” ungkapnya.

Meski demikian, pada dasarnya Gahtan menyambut baik rencana pembangunan pusat perbelanjaan modern di Sumbawa. Hanya saja, ia menekankan perlunya kajian mendalam dan menegaskan agar kebijakan tersebut tidak merugikan para pedagang lokal.

​”Paling tidak sebelum membangun mall, pemerintah harus meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat terlebih dahulu agar daya beli meningkat. Sekarang rakyat untuk beli beras saja susah, bagaimana mau belanja ke mall?” tegasnya.

​Sebagai solusi, Gahtan menyarankan agar pembangunan mall dapat dialihkan ke kawasan Taman Kerato. Meski begitu, Pemda tetap harus memastikan ketersediaan investor yang siap menanamkan modalnya.

​”Jangan sampai ini hanya jadi ‘omon-omon’ saja yang justru memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Jangan sampai pasarnya sepi, mall-nya juga sepi, dan ujung-ujungnya rakyat yang susah,” pungkasnya. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *