iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Siapkan 8 Lokasi Alternatif Hilirisasi Unggas

Avatar photo
×

Pemkab Sumbawa Siapkan 8 Lokasi Alternatif Hilirisasi Unggas

Sebarkan artikel ini
Andi Kusmayadi

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa bergerak cepat mengamankan rencana pembangunan program hilirisasi unggas dengan menyiapkan delapan lokasi alternatif.

Kepala Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sumbawa, Andi Kusmayadi mengatakan, langkah ini diambil untuk memastikan proyek strategis tersebut tetap berjalan sesuai jadwal, meski saat ini status administrasi lahan utama di Desa Serading—tempat peletakan batu pertama dilakukan—masih dalam proses penyelesaian.

​8 Lokasi Alternatif Dinyatakan Layak oleh Berdikari

​Andi mengungkapkan, delapan titik alternatif yang disiapkan tersebut tersebar di beberapa wilayah, yaitu: Kerekeh, Serading (titik lain), Batudulang, Gapit, Moyo Hilir, Labangka, Tanjung Santong, Lopok.

​Seluruh lokasi tersebut telah disurvei langsung oleh PT Berdikari dan dinyatakan layak sebagai lahan pengganti. Saat ini, pemerintah daerah tinggal menunggu keputusan dan instruksi lebih lanjut mengenai lokasi mana yang akan dipilih.

​Terkait spesifikasi, setiap lokasi alternatif memiliki luas sekitar 10 hektare. Status kepemilikan lahan tersebut bervariasi, ada yang merupakan aset pemerintah daerah dan ada pula milik masyarakat.

​Andi menjelaskan bahwa Pemkab Sumbawa saat ini memprioritaskan penggunaan lahan milik pemerintah, dengan syarat harus memenuhi kriteria teknis yang ketat. Salah satu syarat utamanya adalah kemudahan akses terhadap sumber air bersih.

​”Persyaratan luas lahan sekitar 10 hektare ini mengacu pada standar PT Berdikari, dengan proyeksi pengembangan hingga 20 tahun ke depan dengan mempertimbangkan pertumbuhan penduduk di sekitar kawasan,” tambah Andi.

​Meskipun menghadapi dinamika ketersediaan lahan di awal proyek, Andi menegaskan bahwa komitmen Pemkab Sumbawa dalam mendukung program hilirisasi unggas nasional ini tidak berubah. Ia juga memastikan bahwa sejauh ini seluruh tahapan kerja sama masih berjalan normal.

​”Pada prinsipnya, semua skema mitigasi sudah kami siapkan. Jika melihat timeline dari PT Berdikari, progresnya sejauh ini masih berjalan normal dan tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (KS)

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *