Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Hingga awal April 2025 ini, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa telah menerima laporan kasus kekerasan seksual pada anak dan remaja khususnya perempauan. Ketua LPA Kabupaten Sumbawa Fatriatulrahma merasa perihatian atas banyaknya kasus tersebut.
Menurut Atul, kasus kekerasan seksual terhadap anak dan remaja kerap terjadi lantaran kesalahan dalam pergaulan mereka, khususnya percintaan.
“Dari kasus hari ini anak masih SMP sudah salah bergaul, salah dalam memilih pertemanan, dan anak SMA yg terlaluh percaya dengan orang yang di cintai nya, yang akhirnya di campakan,” kata Atul.
Ia menjelaskan, dalam masa pertumbuhan, anak-anak dan remaja sedang mencari jati diri, termasuk dalam hal perasaan dan hubungan dengan lawan jenis. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, namun perlu pendampingan agar tidak berdampak negatif pada masa depan mereka.
“Hubungan percintaan di usia dini bukanlah hal yang salah, namun jika tidak dibarengi dengan pemahaman dan kontrol diri, dapat berdampak pada masa depan anak. Peran orang tua dan sekolah sangat penting dalam membimbing, bukan melarang secara keras, tetapi mengarahkan dengan bijak,” terangnya.
Dalam hal ini, pihaknya menyampaikan beberapa humbauan kepada pihak sekolah dan orang tua untuk dapat menjadi Perhatian bersama.
Memberikan Edukasi Sejak Dini
Tanamkan pemahaman kepada anak tentang arti hubungan yang sehat, batasan dalam bergaul, serta dampak dari pergaulan bebas dan hubungan yang tidak terkontrol.
Menjalin Komunikasi Terbuka
Ciptakan suasana nyaman agar anak berani bercerita tanpa takut dihakimi. Dengarkan mereka dengan empati, bukan dengan amarah.
Menanamkan Nilai dan Tujuan Hidup
Ingatkan anak bahwa pendidikan, cita-cita, dan masa depan jauh lebih penting daripada hubungan yang belum tentu membawa kebaikan.
Mengawasi Tanpa Mengekang
Orang tua dan sekolah perlu mengetahui lingkungan pergaulan anak, termasuk aktivitas di dunia digital, tanpa membuat anak merasa dikekang berlebihan.
Memberikan Contoh yang Baik
Sikap dan perilaku orang dewasa menjadi panutan bagi anak. Tunjukkan hubungan yang sehat, penuh tanggung jawab, dan saling menghargai.
Mengadakan Kegiatan Positif
Sekolah dapat menyediakan kegiatan ekstrakurikuler atau program pengembangan diri agar anak memiliki kesibukan yang bermanfaat.
Menguatkan Pendidikan Karakter dan Agama
Nilai moral dan spiritual sangat penting sebagai benteng diri anak dalam mengambil keputusan. (KS)








