iklan caleg
Politik & Pemerintahan

Tekan Kasus DBD, Dikes Ajak Masyarakat Gencarkan Garakan PSN

Avatar photo
×

Tekan Kasus DBD, Dikes Ajak Masyarakat Gencarkan Garakan PSN

Sebarkan artikel ini
Tekan Kasus DBD, Dikes Ajak Masyarakat Gencarkan Garakan PSN
Sarip Hidayat

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan (Dikes) terus berupaya menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Salah satu upaya dilakukan dengan mengajak masyarakat menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Sebagaimana disebutkan Kepala Dikes Sumbawa Sarip Hidayat, bahwa hingga awal Februari ini pihaknya mencatat 97 kasus DBD.

“Berdasarkan data yang ada total kasus DBD saat ini mencapai 97 kasus, sementara kasus kematian masih nihil,” jelasnya.

Ia mengungkapkan wilayah perkotaan menjadi atensi utama karena kasus DBD tertinggi saat ini terjadi di Kecamatan Empang, Plampang dan Moyo Hilir.

“Kasus DBD ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya mobilitas penduduk dan kepadatan pemukiman yang mempercepat penyebaran nyamuk. Tetapi juga sampah plastik yang terbawa banjir dan menumpuk sehingga membuat genangan air untuk peridukan nyamuk Aedes Aegypti,” jelas Sarip.

Kasus tertinggi DBD saat ini terjadi Kecamatan Empang sebanyak 29 kasus, disusul oleh Kecamatan Plampang dengan 15 kasus, dan Moyo Hilir (11 kasus). Sementara itu, wilayah perkotaan seperti Puskesmas Sumbawa Unit I, Labuhan Badas Unit I, dan Unter Iwes tetap dalam pengawasan ketat karena kepadatan penduduknya.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas untuk memperkuat sistem surveilans. Setiap ada laporan kasus positif, petugas wajib melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) maksimal dalam waktu 1×24 jam,” tegas Sarip.

Meski angka di awal tahun menjadi peringatan, pihaknya mencatat bahwa secara keseluruhan tren bulanan kasus tahun 2025 dengan tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Keberhasilan ini dipicu oleh beberapa faktor seperti Indoor Residual Spraying (IRS) yang disemprotan pada dinding bangunan di titik-titik kasus tertinggi, seperti di PKM Sumbawa Unit I dan Labuhan Badas Unit I pada Desember 2025 lalu.

Kemudian Gerakan PSN yang Masif yang dibarengi dengan pemberian larvasida dan fogging sesuai SOP.

Sarip menekankan bahwa kunci utama memerangi DBD bukan pada fogging, melainkan pada kemandirian masyarakat melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus menghindari gigitan nyamuk).

“Kami telah mendistribusikan bubuk larvasida atau abate secara gratis ke seluruh Puskesmas sehingga masyarakat dapat memanfaatkan itu, untuk memutus siklus hidup jentik pada bak penampungan air yang sulit dikuras,” terang Sarip.

Sarip berharap sinergi antara intervensi medis dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat terus menekan angka kasus DBD di Kabupaten Sumbawa hingga mencapai titik terendah. (KS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *