Sumbawa Besar, kabarsumbawa.com – Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas persoalan akses jalan menuju Perumahan Hayatu Saida, Kecamatan Moyo Hilir, Kamis (8/5/2025). Rapat dipimpin Ketua Komisi III, Syaifullah, S.Pd., MM.Inov, dan dihadiri berbagai pihak terkait.
Dalam rapat tersebut hadir perwakilan Dinas PRKP, BPKAD, BPN, Satpol PP, Camat Moyo Hilir, Kabag Pembangunan Setda Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Direktur PT. JAAD Worldwide Investment (PT. JWI), notaris, pemerintah desa, serta masyarakat terdampak. Turut hadir anggota Komisi III DPRD Sumbawa, pimpinan Komisi I, dan LSM Moyo.
Masalah utama yang dibahas adalah klaim PT. JWI atas jalan yang selama ini digunakan warga sebagai akses utama. Kondisi ini membuat sejumlah warga perumahan terisolasi. Masyarakat mendesak solusi cepat agar mobilitas mereka tidak terus terganggu.
Pihak PT. JWI menyampaikan bahwa masalah tersebut tengah dalam proses hukum. Namun, sebelumnya pernah ada kesepakatan dengan H. Sahrul Bosang melalui perantara Syeh Ali. Kesepakatan itu belum tuntas sehingga memicu ketegangan di lapangan.
Setelah mendengar semua masukan, Komisi III DPRD Sumbawa mengeluarkan dua rekomendasi. Pertama, PT. JWI diminta berkoordinasi dengan H. Sahrul Bosang untuk mencari jalan keluar terkait status jalan. Kedua, PT. JWI diminta menghadirkan Syeh Ali sebagai pihak yang pernah terlibat dalam kesepakatan awal.
Ketua Komisi III, Syaifullah menegaskan DPRD akan terus memantau tindak lanjut persoalan ini. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses perizinan perumahan dan keterlibatan pemerintah desa sejak awal. Menurutnya, pengawasan ketat dari pemerintah daerah sangat penting agar permasalahan serupa tidak terulang.
Masyarakat menyambut baik rekomendasi DPRD namun berharap penyelesaian segera dilakukan. “Kami butuh kepastian, jangan sampai kami terus hidup dalam kesulitan,” ujar Ratna Hartina, warga terdampak.
DPRD Sumbawa memastikan akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti hasil rapat dan memastikan warga tidak lagi terisolasi akibat sengketa jalan. (Ks/)
















