iklan caleg
Pendidikan

Diklat Adiwiyata SMAN 2 Sumbawa Libatkan Dosen UNSA

Avatar photo
×

Diklat Adiwiyata SMAN 2 Sumbawa Libatkan Dosen UNSA

Sebarkan artikel ini
Diklat Adiwiyata SMAN 2 Sumbawa
Diklat Adiwiyata SMAN 2 Sumbawa

Sumbawa Besar, KabarSumbawa.com – SMAN 2 Sumbawa Besar menggelar Diklat Pengelolaan Lingkungan Sekolah Adiwiyata pada Minggu, 11 Oktober 2026, untuk memperkuat kepedulian lingkungan dan keterampilan warga sekolah dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk cair. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan Heri Kusnayadi, M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Samawa (UNSA), sebagai narasumber.

Diklat ini diikuti Tim Adiwiyata SMAN 2 Sumbawa Besar yang terdiri atas guru pendamping dan perwakilan siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dewi Purwani, S.Pd., membuka kegiatan secara resmi, sedangkan Widya Anggraeni, S.Pd., Gr., bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan.

Para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mengikuti penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung pengolahan sampah organik. Kegiatan ini bertujuan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Heri Kusnayadi menjelaskan teknik pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dengan memanfaatkan air lindi, yakni cairan yang terbentuk ketika air melewati tumpukan sampah dan melarutkan berbagai zat di dalamnya.

 

Menurut Heri, pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang berguna dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan sampah rumah tangga maupun sampah sekolah.

 

Ia memperkenalkan pembuatan komposter sederhana berbahan dua galon bekas. Galon bagian atas berfungsi menampung sampah organik, sedangkan galon bagian bawah menampung cairan yang dihasilkan selama proses penguraian.

 

Komposter tersebut dilengkapi kran untuk memudahkan pengambilan cairan. Peserta juga memanfaatkan botol plastik bekas sebagai wadah penampung untuk proses pengolahan lanjutan.

 

Dalam sesi praktik, peserta mempelajari tahapan pengolahan sampah organik menggunakan bahan-bahan sederhana. Prosesnya dimulai dengan memasukkan daun kering, tanah, dan cacahan sampah dapur ke dalam komposter secara berlapis.

 

Peserta kemudian menambahkan larutan aktivator yang terdiri atas EM4, air gula, dan air cucian beras untuk membantu proses penguraian bahan organik.

 

Cairan yang terkumpul selanjutnya ditampung dalam botol untuk menjalani proses pengolahan lanjutan. Heri juga menjelaskan pentingnya memperhatikan proses fermentasi dan karakteristik cairan sebelum digunakan pada tanaman.

 

Untuk mendukung kegiatan tersebut, setiap kelompok memperoleh perlengkapan praktik berupa sampah organik, komposter, EM4, gula merah, botol plastik bekas, gunting, dan timbangan.

 

Praktik berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Setelah itu, peserta mengikuti diskusi kelompok untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman pelaksanaan aksi pengelolaan sampah secara mandiri di lingkungan sekolah.

 

Melalui diklat ini, SMAN 2 Sumbawa Besar mendorong warga sekolah agar tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga menerapkan kebiasaan mengelola sampah dalam kehidupan sehari-hari.

 

Slogan *“Dari dapur, kembali ke tanah”* menjadi semangat kegiatan tersebut. Sampah organik yang sebelumnya berpotensi terbuang diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pendukung pemeliharaan tanaman.

 

Selain memperkuat program Sekolah Adiwiyata, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara SMAN 2 Sumbawa Besar dan tim Universitas Samawa dalam pengembangan inovasi teknologi tepat guna.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi pengelolaan sampah yang aplikatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Sumbawa.

iklan caleg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *