Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com — Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis dapat menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga menyentuh angka 2,21 persen dari posisi saat ini yang berada di level 2,24 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. Budi Prasetiyo, menyampaikan bahwa target penutupan angka pengangguran tersebut sangat realistis untuk diwujudkan mengingat arah kebijakan daerah difokuskan pada perluasan lapangan kerja.
Menurut sekda, strategi utama yang disiapkan pemerintah daerah berfokus pada penguatan sektor unggulan, optimalisasi investasi baru, serta penyiapan tenaga kerja lokal yang berdaya saing.
“Kita prediksi target pengangguran terbuka di angka 2,21 persen. Polanya adalah penguatan dan penciptaan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian yang menjadi salah satu penyumbang PDRB terbesar kita, disamping munculnya sektor baru seperti pertambangan,” ujar sekda, Selasa (06/10/2026).
Ia menjelaskan, seluruh program penyerapan tenaga kerja akan memprioritaskan masyarakat lokal sebagai substansi utama pembangunan daerah. Selain penguatan sektor pertanian dan tambang, peluang penyerapan tenaga kerja diproyeksikan melonjak seiring masuknya arus investasi baru pada tahun 2027.
“Untuk sektor investasi sudah mulai masuk di 2027 ini mulai dari kita berbicara tentang garam, udang, dan investasi hilirisasi lainnya. Sehingga target di tahun 2027 itu menjadi angka yang sangat realistis untuk kita tetapkan dan wujudkan bersama,” tambahnya.
Labih lanjut sekda, menyambut peluang kerja tersebut, Pemkab Sumbawa telah menyiapkan serangkaian langkah nyata. Peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pusat-pusat pelatihan lokal maupun pengiriman peserta ke luar daerah.
Kemudian, pendataan berbasis sistem nasional. Di mana, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) ditugaskan menginventarisasi seluruh calon pekerja lokal melalui pendataan Sistem Kerja Nasional. Termasuk juga, pembentukan database tenaga kerja agar penyaluran tenaga kerja lokal ke dunia industri dan investasi berjalan presisi. (KS)









