Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mencatat 110 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dan 2 kasus kematian akibat rabies terjadi hingga awal tahun 2026 ini.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dikes Sumbawa H. Sarip Hidayat kepada wartawan, Selasa (17/03/2026) pagi di ruang kerjanya.
“Bedasarkan data, terjadi 110 kasus GHPR dan 2 kamatian akibat rabies di Kabupaten Sumbawa hingga awal tahun 2026 ini,” kata kadis.
Kadis menjelaskan, hingga saat ini kasus GHPR khususnya oleh anjing di Kabupaten Sumbawa masih sengat tinggi. Kebiasaan masyarakat memelihara anjing untuk berbagai aktivitas menjadi salah satu faktor besarnya potensi terjadinya gigitan.
“Dari data menunjukan memang masih tinggi angka GHPR di Kabupaten Sumbawa. Kalau dari laporan harian teman-teman di grup, hampir setiap hari ada yang di gigit oleh HPR khususnya anjing, ada juga yang lain tapi paling banyak anjing,” kata kadis.
Lanjut Sarip, hingga bulan Maret ini pihaknya terdapat 110 kasus GHPR yang tersebar di hampir seluruh kecamatan. Dari total kasus gigitan, tercatat dua kasus kematian. “Ada dua kasus kematian di tahun 2026,” ujarnya.
Menurutnya, terhadap kasus kematian yang terjadi, beradasarkan riwatanya diketahui korban tidak mendapatkan penanganan medis setelah terjadinya gigitan. Masyarakat menggap tidak perlu mendatangi fasilitas kesehatan karena menganggap hanya gigitan ringan.
“Kejadian kematian yang selama ini terjadi di Kabupaten Sumbawa tahun ini ada 2 kasus. Dari riwayat yang kita dapatkan, mereka tidak mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) kerena mereka anggap gigitan ringan, sehingga tidak membawanya ke faskes dengan segera,” jelasnya.
Dari kasus kematian tersebut, ia menghimbau kepada masyarakat yang terkena gigitan hewan penular rabies, baik anjing, kucing, kelelawar maupun monyet, wajib mendatangai fasilitas kesehatan terdekat untuk ditangani sesuai dengan tatalaksana penanganan rabies.
“Untuk masyarakat, apabila ada yang terkena gigitan walaupun termasuk gigitan ringan, itu wajib membawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vasksin. Semua puskesmas sudah kita jadikan rebies center dengan petugas yang sudah dilatih,” pungkasnya. (KS)
Dikes Sumbawa Catat 110 Gigitan Hewan Penular Rabies, 2 Meninggal Dunia














