Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com — Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa mencatatkan kinerja positif dalam penyerapan gabah petani sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah telah mencapai 86 persen atau setara dengan 49.700 ton beras dari target yang ditetapkan sebesar 57.700 ton.
Pimpinan Cabang Bulog Kancab Sumbawa, Muhammad Nur Ristanto, menyampaikan pihaknya terus mengoptimalkan sisa waktu yang ada hingga akhir tahun untuk memaksimalkan penyerapan gabah, mengingat beberapa wilayah masih melangsungkan aktivitas panen.
“Dengan sisa waktu yang ada, masih ada panen hingga akhir tahun yang akan terus kita optimalkan. Sesuai arahan, penyerapan tetap dilakukan selama masih ada panen dan tidak ada penutupan hingga akhir tahun, meskipun target nantinya sudah terpenuhi,” ujar Nur Ristanto, Jumat (2/10/2026).
Ia juga menambahkan, saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah dinilai cukup menguntungkan petani, yakni berada di angka Rp6.500 per kilogram.
Terkait dengan daya tampung, Bulog Sumbawa memastikan ketersediaan tempat penyimpanan atau gudang berada dalam kondisi sangat aman. Kelancaran proses penyerapan gabah tahun ini didukung oleh kemitraan yang solid, di mana banyak mitra kerja yang telah membangun fasilitas gudang baru.
Pembangunan infrastruktur pendukung oleh para mitra tersebut dipastikan membuat kesiapan daya tampung gudang Bulog Sumbawa pada musim penyerapan tahun depan akan jauh lebih matang dibandingkan tahun ini.
Guna memelihara kualitas dan melakukan penyegaran stok (refresh stock) lanjutnya, pihaknya juga melakukan Movenas ke luar daerah. Saat ini, pengiriman beras ke Nusa Tenggara Timur (NTT) telah terealisasi sebanyak 13.300 ton dari total rencana 22.600 ton.
Nur Ristanto menegaskan, kegiatan Movenas tersebut sama sekali tidak mengganggu stabilitas cadangan dan kebutuhan beras masyarakat lokal.
“Movenas tidak mengganggu kebutuhan lokal karena stok kita di gudang saat ini sangat melimpah, yakni mencapai 65.000 ton. Alokasi bantuan pangan sebanyak 2.000 ton maupun program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 3.000 ton per tahun juga tidak menekan pasokan daerah,” tegasnya.
Dengan total cadangan beras yang dikuasai saat ini, Bulog Sumbawa mengestimasi ketersediaan stok beras di wilayahnya sangat aman mencukupi kebutuhan di daerah hingga akhir tahun. (KS)









