Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Kehadiran Taman Wisata Hiu Paus Teluk Saleh di Desa Labuhan Jambu membawa dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah pesisir.
Sejak dibuka pada tahun 2018 lalu, kawasan wisata ini menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat setempat, khususnya para pedagang kecil.
Pada awal pembukaannya, taman wisata hiu paus belum banyak dikenal wisatawan. Kunjungan masih didominasi oleh masyarakat lokal karena minimnya informasi dan promosi mengenai destinasi tersebut.
Seiring waktu, jumlah pengunjung mulai meningkat terutama pada malam minggu dan malam senin yang menjadi waktu paling ramai dikunjungi wisatawan.
Wisatawan asing yang datang umumnya berangkat ke laut untuk melihat hiu paus sekitar pukul 03.00 pagi, lalu kembali ke penginapan atau hotel setelahnya.
Meski demikian, tidak semua pengunjung masuk langsung ke kawasan taman wisata hiu paus, sehingga jumlah pembeli di lapak UMKM masih bergantung pada kunjungan wisatawan lokal, khususnya dari wilayah Sumbawa.
Burhanuddin Makhal, salah satu pelaku UMKM setempat menyebutkan bahwa usahanya telah berjalan sejak tahun 2022. Sebelum adanya taman wisata hiu paus, pendapatan yang diperoleh tergolong rendah dengan tantangan utama berupa keterbatasan pembeli dan usaha yang harus dilakukan secara berkeliling.
“Dulu pendapatan tidak menentu, pembeli sedikit, dan harus menjajakan dagangan secara keliling”, ujarnya.
Namun, setelah adanya taman wisata hiu paus, pendapatan mulai mengalami peningkatan. Dalam kondisi ramai, pelaku UMKM bisa memperoleh penghasilan sekitar Rp. 300.000 per hari, meskipun jumlah tersebut sangat bergantung pada jumlah pengunjung dan kondisi cuaca.
Keberadaan wisata ini terbukti memberikan damapak positif bagi perekonomian masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan, taman wisata hiu paus juga membuka peluang usaha baru dan meningkatkan produktivitas UMKM pesisir melalui penjualan berbagai produk makanan.
Adapun produk yang dijual di lapak UMKM kawasan wisata hiu paus antara lain empe-empe, mie ayam, sosis dan pentol bakar, kentang goreng, mie instan, serta aneka makanan dan minuman lainnya.
Dari berbagai produk tersebut mie ayam, bakso bakar, kentang goreng, dan minuman menjadi menu yang paling sering dibeli pengunjung.
Pelaku UMKM berharap keberlanjutan taman wisata hiu paus dapat terus terjaga agar kunjungan wisatawan semakin meningkat. Mereka juga berharap adanya dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana serta peningkatan keamanan kawasan wisata, agar pengunjung merasa nyaman saat berkunjung.
“Kami sangat berharap UMKM terus diberdayakan. Selama ini, usaha dijalankan dengan modal sendiri dan pinjaman”, tutupnya. (KS/Dinda/Ika/Gita)







