Politik & Pemerintahan

Pemprov NTB Siapkan Penanganan Paling Efektik untuk Ruas Jalan Simpang Negara Moyo – Luair

Avatar photo
×

Pemprov NTB Siapkan Penanganan Paling Efektik untuk Ruas Jalan Simpang Negara Moyo – Luair

Sebarkan artikel ini
Mustafa Baraq

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Dinas PUPR Provinsi NTB melalui Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa Bagian Barat tengah mempersiapkan langkah penanganan yang paling efekting untuk ruas Jalan Simpang Negara Moyo – Luair, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa.

Saat ini, akses utama menuju Desa Batu Bangka, khususnya Dusun Prajak tersebut putus setelah kembali diterjang banjir.

Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa Bagian Barat, Mustafa, ST., MT., mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi jalan dimaksud.

“Kami menerima laporan banjir sejak pagi hari dan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan penilaian awal terhadap kondisi dan tingkat kerusakan jalan, sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang paling efektif,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (15/01/2026).

Dijelaskan, terhadap kondisi jalan tersebut, pihaknya segera mengambil langkah tanggap darurat dengan melakukan koordinasi intensif bersama berbagai pihak terkait. Koordinasi penanganan darurat melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, Pemerintah Desa Batu Bangka, serta unsur masyarakat setempat.

“Sinergi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Labih lanjut dijelaskan, langkah awal yang dilakukan meliputi pembukaan akses jalan sementara guna memfasilitasi pergerakan masyarakat dan kendaraan bantuan, pengurasan genangan air di badan jalan, serta identifikasi kerusakan struktural seperti longsor dan penurunan permukaan jalan.

“Tim teknis Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi juga terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan,” tukasnya.

Ia menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat yang turut membantu proses penanganan darurat. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemulihan akses tidak akan berjalan optimal.

“Selain penanganan darurat, kami juga mulai menyusun rencana jangka panjang untuk mencegah banjir berulang, seperti perbaikan sistem drainase dan penguatan lereng jalan yang rawan longsor,” pungkasnya. (KS/PKL-Dinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *