Politik & Pemerintahan

Bupati : Kolaborasi Pemerintah, Guru, Orang Tua dan Masyarakat Ciptakan Lingkungan Pendikan yang Baik Bagi Anak

Avatar photo
×

Bupati : Kolaborasi Pemerintah, Guru, Orang Tua dan Masyarakat Ciptakan Lingkungan Pendikan yang Baik Bagi Anak

Sebarkan artikel ini

Sumbawa Besar, Kabarsumbawa.com – Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan Pendidikan yang baik bagi anak-anak.

Hal ini disampaikan bupati saat menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Gerakan Transisi PAUD, SD Menyenangkan di Kabupaten Sumbawa, yang digelar di Aula Kantor Desa Nijang Kec. Unter Iwes, Sabtu (4/11/2023).

IKLAN PERTAMINA
banner 325x300

Kegiatan ini turut dihadiri Bunda PAUD Kab. Sumbawa, Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Sumbawa, Camat Unter Iwes, para Kepala Sekolah, Pengawas, dan Pembina PAUD.

“Dengan berkolaborasi antara pemerintah, guru, orang tua, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak kita,” kata bupati dalam sambutannya.

Bupati mengapresiasi peran guru dan tenaga kependidikan yang telah berusaha keras dalam mengimplementasikan program ini. Menurutnya, peran guru adalah pilar utama dalam Pendidikan.

“dengan ini harapannya semoga terus menginspirasi dan membimbing anak-anak kita dengan penuh kasih sayang dan dedikasi,” harapnya.

Sementara itu, Sekdis Dikbud Kab. Sumbawa, Sudarli, S.Pt.,M.Si., mengatakan guna terjaminnya hak-hak anak periode usia dini, tentunya pendidikan tidak berhenti di lembaga PAUD saja.

Membangun kemampuan pondasi peserta didik secara holistik pada masa transisi ini dilakukan dengan membangun tiga target perubahan yakni tidak ada tes calistung masuk SD, dua minggu pertama berada di PAUD dan SD digunakan untuk masa pengenalan lingkungan sekolah, pembelajaran di PAUD dan SD untuk membangun kemampuan dasar anak. Di antaranya penanaman nilai agama dan budi pekerti.

“Target ini harus terus digalakkan, calistung tidak boleh dibangun di PAUD tanpa kemampuan literasi dan numerasi agar peserta didik tidak hanya menghafal huruf dan angka saja,” pungkasnya. (KS)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *