Hukum & Kriminal

2,5 Ton Daging Ayam Beku Ditolak Masuk Sumbawa

Avatar photo
×

2,5 Ton Daging Ayam Beku Ditolak Masuk Sumbawa

Sebarkan artikel ini
Barang bukti // Karantina Sumbawa

Sumbawa Barat, Kabarsumbawa.com – Sebanyak 2,5 ton daging ayam beku berasal dari Pulau Lombok ditolak masuk ke Sumbawa. Penolakan dilakukan lantaran daging ayam yang dikemas ke dalam 49 karung itu, tanpa dibekali dokumen yang lengkap dari daerah asal.

Hal ini diketuhi saat Karantina Pertanian Sumbawa Wilayah Kerja Pelabuhan Ferry Poto Tano bersama instansi terkait melakukan pengawasan terhadap kendaraan yang melintas di lokasi.

“Petugas kami di lapangan melakukan pengawasan di Pelabuhan Ferry Poto Tano, dan menemukan 1 truk berisi ayam beku pada hari Minggu 19 Maret kemarin. Selain tidak dilaporkan kepada pejabat karantina, daging ayam tersebut juga tidak dilengkapi dokumen karantina dari daerah asal,” kata Erin, Dokter Hewan Karantina.

Menurut Erin, pejabat Karantina Pertanian Sumbawa, sesuai Undang-Undang No. 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dilakukan penahanan terhadap daging ayam tersebut tujuannya agar pemilik dapat melengkapi dokumen persyaratan.

“Setelah pejabat Karantina Pertanian Sumbawa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pemilik media pembawa dan pemilik tidak dapat melengkapi dokumen dalam jangka waktu yang telah ditentukan yaitu 3 x24 jam, maka selanjutnya media pembawa tersebut dilakukan penolakan, dan dikembalikan ke daerah asal,” ujar Erin.

Di tempat terpisah kepala Karantina Pertanian Sumbawa IBP Raka Ariana menyatakan, pihaknya berusaha memastikan serta memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman kepada masyarakat terhadap bahan makanan asal hewan maupun tumbuhan.

“Terutama menjelang puasa Ramadhan kebutuhan akan pangan semakin meningkat, Pelabuhan Poto Tano sebagai tempat pemasukan dan pengeluaran diawasi dengan ketat 24 jam, kami ingin memastikan bahan pertanian yang masuk saat Ramadan itu Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH). Karena, di momen itu pemasukan komoditi meningkat pesat dari luar daerah,” pungkasnya. (KS/aly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *